Samarinda (ANTARA) - Sebanyak 26 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur siap mengikuti Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) VIII Tingkat Nasional 2025 digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 2–7 Oktober 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Kamis, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, dan pendamping yang akan membawa kontingen Kaltim mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq beserta jajaran yang sudah mengoordinasikan kegiatan ini sehingga Kaltim bisa ikut serta,” ujar dia saat menerima audiensi kontingen MQK Kaltim di Ruang Rapat Sekda Kaltim.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim ini, mengakui jumlah peserta dari Kaltim memang tidak sebanyak daerah lain, khususnya Pulau Jawa.
“Tapi paling tidak daerah lain bisa melihat bahwa kita juga memiliki santri dan santriwati yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Sri berpesan kepada kafilah Kaltim agar menjaga kekompakan, fokus pada lomba, sekaligus membangun silaturahim dengan peserta berasal dari daerah lain.
“Kita doakan semoga seluruh kontingen sehat, lancar, dan bisa mengharumkan nama Kaltim,” katanya.
Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq mengatakan kontingen Kaltim berjumlah 56 orang terdiri atas 26 santri, 10 pelatih, serta panitia dan pendamping.
Mereka akan mengikuti sembilan cabang lomba, antara lain Tauhid, Ushul Fikih, Ushul Hadis, Akhlak, Ilmu Tafsir, Tarikh, Nahwu, debat bahasa Arab, dan debat bahasa Inggris. Kontingen direncanakan berangkat ke Sulsel pada 30 September 2025.
