Sangatta (ANTARA) - Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur (Kutim) Yusri Yusuf mendorong pemerintah daerah membentuk Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf), sesuai imbauan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf).
"Kami segera akan bahas dengan Pemerintah Kabupaten, supaya dibentuk Dinas Ekonomi Kreatif guna meningkatkan potensi daerah," ucapnya, di Sangatta, Selasa (16/9).
Ia mengatakan, dalam Kabinet Merah Putih sudah terbentuk Kementerian Ekraf, sebagai dasar pembentukan Dinas Ekraf di setiap daerah.
"Bahkan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya telah mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait panduan untuk penguatan kelembagaan Ekraf di daerah," katanya.
Yusri menyebutkan pembentukan Dinas Ekraf tidak hanya untuk membantu perkembangan industri kreatif, tetapi juga apabila industri kreatif di daerah dianggap bisa membuka lapangan kerja, investasi, hingga berdampak pada peningkatan produk domestik regional bruto atau PDRB.
"Kami berharap ketika sudah terbentuk maka dapat lebih fokus untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kutim," tuturnya.
Saat ini, sektor Ekraf masih berada di bawah kendali Dinas Pariwisata Kutai Timur. Menurutnya, hal tersebut kurang efektif untuk memajukan ekonomi berbasis kreatifitas.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Noviari Noor mengatakan sektor Ekraf sangat melekat dengan pariwisata. Jadi, untuk melakukan efisiensi, Ekraf menjadi bidang di Dinas Pariwisata.
"Ekraf di sini melekat di pariwisata supaya lebih efektif. Kalau struktur organisasi bertambah, bakal ada penambahan anggaran juga, itu tidak efektif," terangnya.
Noviari menambahkan belum ada urgensi pembentukan Dinas Ekraf di Kutai Timur, dikarenakan jika berdiri sendiri menjadi dinas, hanya mengurusi sebagian kecil pembangunan ekonomi kreatif, sehingga hanya perlu dibentuk bidang pada Dinas Pariwisata.
