Samarinda (ANTARA) - Sejumlah informasi seputar demonstrasi Kalimantan Timur (Kaltim) ditayangkan Kantor Berita ANTARA Biro Kaltim pada Senin (1/9), mulai polisi mengamankan 27 bom molotov yang melibatkan setidaknya 22 mahasiswa yang diboyong ke Markas Polresta Samarinda, hingga aksi heroik emak-emak yang dengan nekat meleraikan kericuhan demonstrasi di depan gedung DPRD Kaltim.
Berikut rangkuman fakta seputar demonstrasi di Samarinda kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali.
1. Temuan bom molotov
Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah mengidentifikasi empat orang mahasiswa dalam kasus perakitan 27 bom molotov yang ditemukan di lingkungan Kampus 2 Universitas Mulawarman, Jalan Banggeris, Samarinda, Minggu (31/8) malam.
Di lokasi itu, aparat menemukan 22 orang mahasiswa beserta barang bukti berupa 27 bom molotov siap pakai. Selain itu, turut diamankan sisa bahan baku, yakni satu jeriken berisi pertamax, gulungan kain perca yang berfungsi sebagai sumbu, dan gunting.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Pejabat stop buat marah publik
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin mengingatkan para pejabat publik untuk menguasai etika bertutur dalam setiap komunikasi guna menjaga persatuan dan keadaban bangsa.
Ia menekankan bahwa sikap positif dalam berbahasa mencerminkan kepribadian seseorang. Menurutnya, kecermatan dalam memilih kata atau diksi menjadi krusial, karena satu kata yang tidak sesuai konteks dapat menimbulkan makna yang berbeda dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
3. Ketua DPRD temui massa aksi
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas'ud menemui massa aksi dari Aliansi Mahakam di depan gedung dewan di Samarinda, dan berjanji untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan para demonstran.
Di hadapan para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Kaltim, Samarinda, Senin, Hasanuddin menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk berdiri bersama masyarakat dan mahasiswa dalam menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
4. Aksi damai adalah keteladanan
Akademisi dan tokoh agama di Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak seluruh elemen masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi untuk menggelar aksi secara damai dan tertib, guna menjadi teladan dalam praktik demokrasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.
"Mari kita bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat Kalimantan Timur untuk saling menguatkan demi menjaga keamanan dan stabilitas lingkungan daerah dan negara dengan baik, tenang, aman, dan damai," kata Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Profesor Abdunnur.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
5. 'Acil-acil' beraksi
Seorang ibu terekam melakukan aksi heroik dengan upaya melerai kericuhan demonstrasi pada waktu lepas senja, Senin (1/9), di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Samarinda.
Dengan suara bergetar dan menahan isak tangis, ibu yang diketahui bernama Sulastri itu meminjam mikrofon dari mobil taktis kepolisian.
Meski hanya seorang diri, ia dengan berani maju untuk melerai dan berhasil memukul mundur kedua belah pihak yang bersiap untuk bentrok.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
