Samarinda (ANTARA) - Akademisi dan tokoh agama di Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak seluruh elemen masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi untuk menggelar aksi secara damai dan tertib, guna menjadi teladan dalam praktik demokrasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.
"Mari kita bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat Kalimantan Timur untuk saling menguatkan demi menjaga keamanan dan stabilitas lingkungan daerah dan negara dengan baik, tenang, aman, dan damai," kata Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Profesor Abdunnur di Samarinda, Minggu.
Secara khusus, ia menyampaikan seruan kepada seluruh civitas akademika di lingkungan Universitas Mulawarman, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah intelektualitas dan atmosfer akademik kampus yang kondusif di tengah dinamika sosial yang terjadi.
Menurutnya, peran kaum terpelajar adalah memberikan contoh positif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, ia berharap seluruh keluarga besar Unmul dapat bersatu dengan masyarakat Kaltim lainnya untuk terus merawat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
"Semoga kita semua terus berusaha menjaga kondusivitas dan rasa persatuan. Mari kita terus berdoa agar negara dan bangsa kita tetap aman dan damai serta diberikan perlindungan dari Allah SWT," tambahnya.
Senada dengan itu, tokoh agama di Samarinda, Ustadz Sumadi mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang terhormat dan bertanggung jawab.
Ia mengimbau massa aksi untuk saling menjaga dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan yang merusak.
"Saling mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan anarkisme, vandalisme, serta penjarahan. Perusakan fasilitas publik dalam penyampaian pendapat sangat bertentangan dengan semangat demokrasi dan tentunya akan merugikan kita semua," jelas Sumadi yang juga Ketua Umum Forum Zakat Kalimantan Timur.
Ia juga memberikan nasihat kepada para peserta aksi untuk waspada terhadap kemungkinan adanya penyusup yang bertujuan mengacaukan suasana.
"Berhati-hatilah dengan penyusup yang hendak mengacaukan kondisi. Kenali kawan di sebelah agar aksi tetap terkontrol," pesannya.
Lebih lanjut, Sumadi turut menyampaikan imbauan kepada aparat keamanan yang bertugas mengawal jalannya aksi. Ia berharap para petugas dapat menjalankan tugasnya secara tenang dan terkendali, serta mengedepankan pendekatan persuasif.
"Kepada aparat yang mengawal, mohon untuk melakukannya dengan tenang agar penyampaian aspirasi warga negara berjalan baik. Jangan mendahulukan tindakan represif yang justru bisa membuat situasi tidak terkendali," demikian Sumadi.
Pada Senin (1/9) seruan aksi dari gabungan aktivis mahasiswa di Kalimantan Timur yang dalam Aliansi Mahakam Bersatu melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda. Sebanyak 980 personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.
