Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Aulia Rahman Basri mengajak Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Meruah Putih dan BUMDes memanfaatkan program Kredit Kukar Idaman dari pemda yang dikelola oleh bank daerah yakni Bankaltimtara.
"Sejak dulu Pemkab Kukar secara nyata menunjukkan komitmen kuat terhadap pemberdayaan UMKM, yakni melalui Kredit Kukar Idaman pada periode sebelumnya. Sedangkan di periode ini, dilanjutkan dengan Kredit Kukar Idaman Terbaik," ujar Aulia Rahman di Tenggarong, Sabtu.
Program Kredit Kukar Idaman Terbaik ditujukan untuk memfasilitasi UMKM, petani, peternak dan nelayan, agar mereka bisa mengakses bantuan permodalan dengan pengurusan yang mudah, cepat dan tanpa bunga, dengan rentang nilai kredit sampai Rp500 juta.
Nilai ini, lanjut ia, jauh meningkat jika dibanding dengan program di periode sebelumnya yang nilai pinjamannya sebesar Rp50 juta.
Selain itu Kredit Kukar Idaman Terbaik juga ditujukan untuk memperkuat permodalan pada Kopdeskel Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan alokasi sebesar Rp1 miliar, salah satunya untuk menyediakan pupuk bersubsidi yang dijalankan secara selektif dan berdampak bagi petani di desa maupun kelurahan.
"Untuk itu, Pemkab Kukar mengajak Kopdeskel Merah Putih dan BUMDes memanfaatkan kredt ini dan berharap Bankaltimtara untuk turut mensukseskan program Kredit Kukar Idaman Terbaik," ujarnya.
Aulia mengaku, sebelum menjadi bupati, ia juga seorang pebisnis, sehingga memahami kerumitan dalam berusaha, yakni ada tiga komponen penting dari bisnis, pertama adalah ide dan pasar, kedua tentang regulasi, dan ketiga dukungan modal.
Dari sisi regulasi, lanjut ia, Pemkab Kukar tentu mendukung jika ada terkendala terkait perizinan. Sedangkan terkait permodalan, pihaknya telah menyiapkan pinjaman yang bisa diakses pelaku UMKM lewat perbankan.
"Untuk itu, saya meminta lembaga jasa keuangan untuk mempermudah pinjaman pelaku UMKM. Jika bisa tak ada jaminan, kemudian bunga rendah untuk mendukung. Saya yakin, pelaku UMKM amanah dengan kreditnya, karena mereka berusaha dan terjadi perputaran uang sehingga mereka konsisten melunasi kredit," ujarnya.
