Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, turut mengarahkan perkantoran bersih dengan langsung ikut membersihkan di kawasan kantor, sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
"Gerakan Nasional Indonesia ASRI merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat kampanye sekaligus gotong royong serentak membersihkan lingkungan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, serta kawasan umum, di Tenggarong, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Aulia Rahman turut memungut sampah dan pembersihan rumput liar bersama jajaran pegawai di lingkungan perkantoran hingga rumah ibadah. Salah satu titik kegiatan berlangsung di Masjid At Taqwa, kawasan Perkantoran Bupati Kukar.
"Hari ini kami gotong royong di instansi pemerintah, BUMD, kawasan umum, dan di lingkungan masjid. Melalui ini kami ingin budaya bersih, sehat, dan asri terus ditingkatkan untuk menciptakan kenyamanan bersama," katanya.
Selain untuk mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI, lanjut bupati, gotong royong ini juga untuk menyambut bulan suci Ramadhan, kebersihan adalah sebagian dari iman.
Gerakan Nasional Indonesia ASRI merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di seluruh daerah, maka pihaknya mengajak para ASN dan masyarakat membudayakan hidup bersih.
Baca juga: Kukar transformasi ekonomi lewat pembinaan UMKM
"Selain menciptakan lingkungan yang tertata, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif aparatur negara dan masyarakat terhadap pentingnya kebersihan sebagai bagian dari pelayanan prima," ujar Aulia.
Ia menyebut bahwa gerakan ini memiliki dampak besar terhadap kualitas pelayanan publik, karena lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah akan mampu meningkatkan kenyamanan pegawai dalam beraktivitas, sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang mengurus pelayanan.
Ia menegaskan bahwa untuk mewujudkan kebersihan lingkungan tidak boleh hanya bergantung pada petugas kebersihan, namun gotong royong dan partisipasi aktif seluruh pegawai merupakan hal penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan kerja.
Dalam kesempatan itu ia juga mengimbau seluruh instansi pemerintahan maupun badan usaha milik daerah (BUMD) agar kegiatan gotong royong terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin, minimal seminggu sekali.
"Gotong royong membersihkan lingkungan tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran, tapi juga fasilitas umum seperti taman kota, pasar, sekolah, dan rumah ibadah. Pemda juga berencana menggandeng organisasi masyarakat, pelajar, serta komunitas lingkungan untuk memperluas dampak gerakan hidup bersih," kata bupati.
Baca juga: Kukar siapkan enam petugas pendamping 266 jemaah calon haji
