Samarinda (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Kementerian Pekerjaan Umum membenahi infrastruktur berupa 35 daerah irigasi di Kalimantan Timur demi mendukung swasembada pangan nasional.
"Inpres Nomor 2 Tahun 2025 memungkinkan pemerintah pusat mengambil alih kegiatan irigasi kewenangan daerah untuk mempercepat swasembada pangan karena keterbatasan pendanaan lokal," ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWS Kalimantan IV Samarinda Indrasto Dwi Cahyo di Samarinda, Rabu.
Menurut dia, langkah ini merupakan implementasi langsung dari program Presiden Prabowo yang menekankan fokus utama pada ketahanan pangan, energi dan air nasional.
Menurut Indra, Kementerian PU dan Kementerian Pertanian terus bersinergi dalam upaya swasembada pangan.
Intervensi pemerintah pusat diperlukan mengingat pemerintah provinsi dan kabupaten sering mengalami kendala anggaran untuk menangani irigasi di bawah 3.000 hektare.
Realisasi pekerjaan fisik pengairan tani tahun sebelumnya terbagi menjadi tahap pertama di 27 lokasi dan tahap kedua di delapan lokasi daerah irigasi.
Baca juga: Kementan optimalkan 70 Brigade Pangan wujudkan swasembada Kaltim
Total lahan sawah produktif yang berhasil direhabilitasi mencapai akumulasi luas 7.900 hektare di berbagai wilayah lumbung pangan Kaltim.
"Kegiatan teknis di lapangan meliputi rehabilitasi saluran, normalisasi, serta peningkatan saluran menggunakan pasangan batu atau lining," jelas Indra.
Upaya ini bertujuan memastikan pasokan air dapat mengalir lancar hingga ke petak sawah petani.
Infrastruktur yang telah rampung diperbaiki diserahkan kembali kepada pemerintah daerah untuk pemeliharaan rutin.
Pemerintah menargetkan cakupan rehabilitasi tahun ini dapat melebihi angka 8.000 hektare dengan menampung usulan prioritas dari kabupaten.
Daerah irigasi Rawa Sebakung di Penajam Paser Utara menjadi prioritas. Kawasan Sido Mulyo di Kutai Kartanegara juga masuk dalam penanganan infrastruktur air untuk mendukung produktivitas padi.
"Optimalisasi irigasi ini mampu meningkatkan intensitas pola tanam padi maupun jagung menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun," demikian Indra.
Baca juga: Pemprov Kaltim cetak 20.000 ha sawah di 2026 perkuat swasembada pangan
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026