Sangatta (ANTARA) - Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta percepatan pembenahan jaringan irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kutai Timur.
“Irigasi merupakan faktor utama dalam mendukung produktivitas pertanian. Tanpa pengairan yang baik, potensi lahan yang luas tidak akan maksimal,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kutim Pandi Widiarto, di Sangatta, Sabtu (2/5).
Dia mengatakan upaya pembenahan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui audiensi dengan Direktorat Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, pada minggu lalu.
Melalui audiensi ke pemerintah pusat, lanjut Pandi, Kabupaten Kutai Timur mengusulkan dukungan program dan anggaran dari kementerian.
Dia menilai perbaikan sistem irigasi menjadi kebutuhan mendesak karena masih banyak jaringan pengairan yang belum berfungsi optimal.
“Irigasi tersier ini yang paling dirasakan petani. Jika tidak dibenahi, manfaat bendungan tidak akan maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah jaringan irigasi, termasuk yang bersumber dari bendungan, belum terhubung secara optimal ke lahan pertanian sehingga berdampak pada hasil produksi petani yang belum stabil.
Pembenahan tidak hanya diperlukan pada bendungan utama, tetapi juga pada jaringan irigasi tersier yang langsung mengaliri sawah masyarakat.
Selain itu, DPRD Kutim juga mendorong Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda untuk meningkatkan alokasi program pembangunan dan rehabilitasi irigasi di Kutai Timur melalui anggaran APBN.
Pandi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam merealisasikan program tersebut agar berjalan efektif.
“Kolaborasi antara APBN, APBD provinsi, dan kabupaten sangat penting agar program bisa berjalan efektif dan hasilnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
DPRD Kutim juga menyoroti persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas pertanian di sejumlah wilayah. Penanganan banjir dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada daerah aliran sungai di luar Mahakam.
Baca juga: Pemkab Kutimbangun irigasi tingkatkan produksi beras
Pewarta: Muhammad Hafif NikolasEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026