Paser (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk melakukan edukasi kepada warga pesisir terkait konservasi hutan mangrove.
Dia mengatakan pemahaman masyarakat menjadi kunci agar program konservasi atau pelestarian hutan mangrove dapat berjalan optimal dan mendapat dukungan penuh dari warga sekitar kawasan pesisir.
“Saya mendorong pemerintah daerah untuk terjun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir. Mereka perlu tahu bahwa hutan mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari mencegah abrasi hingga menyimpan potensi ekonomi,” kata Zulkifli di Tana Paser, Jumat (29/8).
Dia menjelaskan, saat ini terdapat empat desa yang menjadi fokus pengembangan kawasan mangrove di Kabupaten Paser, yakni Desa Lori, Desa Sungai Langir, Desa Tajur, dan Desa Pasir Mayang.
Zulkifli menjelaskan hutan mangrove memiliki peran penting, seperti melindungi wilayah pesisir dari erosi dan gelombang besar, menjadi habitat biota laut, menyerap karbon, serta menjadi sumber ekonomi dan pangan masyarakat.
Selain fungsi ekologis, potensi hutan mangrove dapat dikembangkan melalui sektor pendidikan, penelitian, ekowisata, hingga pemanfaatan produk turunan seperti makanan, minuman, arang, hingga obat tradisional.
“Kalau masyarakat tidak merasa memiliki, maka upaya pelestarian akan sulit. Maka penting bagi pemerintah untuk menyentuh sisi edukasi, tidak hanya aksi penanaman,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli usai menghadiri Talkshow Hari Mangrove Sedunia di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (26/8).
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memaparkan bahwa pada era 1970–1980 luas hutan mangrove di Kaltim mencapai 950 ribu hektare. Namun kini luasannya menurun drastis menjadi sekitar 174 ribu hektare akibat berbagai faktor, mulai dari kebijakan tata ruang, alih fungsi lahan, perizinan kawasan, hingga pembangunan infrastruktur.
Menanggapi hal tersebut, Zulkifli menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menyelamatkan hutan mangrove di Paser.
“DPRD Paser berharap ada gerakan nyata dari Pemkab Paser. Tidak hanya melindungi, tapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mangrove bagi kehidupan dan masa depan,” pungkasnya. (Adv)
