Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, melakukan optimalisasi peran penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi agar bisa menjadi penyangga atau penopang pangan bagi warga Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat daerah ini merupakan mitra IKN.
"Komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar, bahkan menjadi salah satu program prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono saat Rakor Penyuluh Pertanian se- Kukar di Tenggarong, Selasa (19/8).
Kebijakan ini merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kukar, yakni dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara, ke ekonomi yang terbarukan melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Berkat transformasi ekonomi ini, dalam beberapa tahun terakhir, Kukar mampu memproduksi padi tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), setidaknya dapat dilihat pada 2023 Kukar memproduksi sebanyak 115.103 ton gabah kering giling (GKG) dan pada 2024 sebanyak 106.553 ton GKG.
Terbanyak kedua Kabupaten Penajam Paser Utara dengan produksi padi 2023 sebanyak 45.100 ton GKG, kemudian pada 2024 sebanyak 48.113 ton, lalu terbanyak ketiga yakni Kabupaten Paser sebanyak 28.608 ton pada 2023 dan 52.886 ton GKG pada 2024.
Rakor bertema "Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Program Swasembada Pangan" ini dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 21 Agustus 2025 dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian RI.
Menurutnya, rakor tersebut memiliki fungsi dan peran penting dan strategis khususnya dalam pemantapan dan integrasi sistem penyuluhan secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan. Terlebih giat ini dapat menghadirkan narasumber yang memiliki pengetahuan, konsep dan pengalaman dalam sistem penyuluhan di Indonesia.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik mengatakan, rakor tersebut dilaksanakan guna memantapkan program penyuluhan yang ada di Kabupaten Kukar, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kemudian di tingkat kecamatan, dan dilanjutkan pada tingkat kabupaten.
"Kegiatan ini sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan wawasan para penyuluh pertanian, khususnya dalam mengembangkan dan melakukan pendampingan bagi para petani. Rakor ini diikuti sebanyak 128 penyuluh pertanian di Kukar mulai tingkat madya hingga atas," katanya.
