Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendukung langkah progresif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membangun sektor pendidikan tinggi.
Dalam audiensi antara Kemdiktisaintek dan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Jakarta, Selasa, Menteri Brian menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai investasi strategis masa depan bangsa.
Ia menyambut gagasan menghadirkan dosen-dosen dan profesor dari kampus unggulan di Indonesia untuk melakukan mentoring, pembinaan, serta kolaborasi riset dengan dosen lokal di Kaltim.
"Ini merupakan bentuk nyata pemerataan kualitas pendidikan tinggi nasional," kata Brian.
Mendiktisaintek juga menyatakan pihaknya akan memfasilitasi program visiting professor ke Kaltim dengan skema terstruktur dan berkelanjutan.
Baca juga: Program kuliah gratis Kaltim sasar 85 ribu mahasiswa pada 2026
Ia menilai bahwa kolaborasi antarkampus merupakan kunci untuk mempercepat kemajuan perguruan tinggi di wilayah-wilayah pengembangan seperti Kaltim.
Di samping itu, Brian juga mengapresiasi Pemprov Kaltim dalam upaya pengembangan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, yang mencakup hibah lahan seluas 40 hektare dan kesiapan anggaran pembangunan.
Tak hanya itu, ia juga memandang skema double degree yang diusulkan oleh Gubernur Kaltim sebagai strategi unggulan untuk mencetak lulusan berdaya saing global.
"Dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah, mahasiswa dapat menempuh sebagian masa studi di kampus dalam negeri dan sisanya di luar negeri, untuk membuka akses internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia," tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen tindak lanjut, Menteri Brian akan melakukan kunjungan kerja ke Kaltim dengan tujuan memastikan sinergi antara pusat dan daerah dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi berbasis mutu dan keberlanjutan.
Baca juga: Pemprov Kaltim PKS kuliah gratis dengan tujuh universitas lokal
