Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendukung dan mengawal pembangunan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami tekankan kepada jajaran kementerian agar dukung dan kawal Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai gerbang IKN," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam keterangan pers yang diterima ANTARA di Penajam, Jumat.
Pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara yang sejalan dengan nilai-nilai pembangunan rendah karbon dan membuka ruang, lanjut dia, sehingga kabupaten itu bisa terlibat dalam pilot project nasional seperti water fund, smart farming dan city branding eco-tourism.
Kabupaten Penajam Paser Utara menghadapi tekanan luar biasa dalam perannya sebagai daerah penyangga, tetapi di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar.
"Kabupaten itu tidak boleh jadi penonton, justru kesempatan menjadi kota modern yang rendah karbon, pusat industri kreatif, dan smart eco-tourism," katanya.
Tetapi semua itu harus dimulai dari master plan yang kuat, terukur, dan realistis, sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara didorong agar segera merumuskan kriteria konkret untuk ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).
Kementerian PPN/Bappenas siap mendukung penyusunan master plan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah berbasis kearifan lokal yang kolaboratif antara pusat dan daerah, hingga pembangunan SDM lokal.
“Kami bantu percepatan kolaborasi dengan lintas kementerian dan mitra pembangunan, mulai dengan penyiapan cetak biru yang implementatif.” tegas Rachmat Pambudy.
Penegasan tersebut disampaikan ketika Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan audiensi strategis dengan Kementerian PPN/Bappenas.
Kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu bukan saja halaman depan, tetapi juga pintu masuk IKN, jelas Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor. Hanya saja sampai saat ini belum ada dampak signifikan dengan kehadiran IKN.
"Infrastruktur masih tertinggal, pelayanan dasar masih tanggung, sementara aset hampir Rp1 triliun sudah diserahkan ke IKN,” ungkapnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai daerah asal dan terdekat IKN, siap menjadi bagian yang aktif dan strategis dalam mendukung IKN sebagai wajah baru Indonesia.
Posisi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai mitra utama pengembangan kawasan penyangga, infrastruktur konektivitas, serta dukungan sosial dan ekonomi.
"Kami sudah susun master plan yang dilengkapi dengan data dan proyeksi yang jelas, jadi mohon agar program prioritas mulai pembangunan jalan, penyediaan air bersih, hingga rumah sakit, dapat segera dapatkan dukungan,” katanya.
Sebanyak 10 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sepaku masuk wilayah IKN, timpal Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin, sehingga ke depan tidak lagi memenuhi syarat administratif sebagai kecamatan.
Kebijakan bebas pungutan pajak dan insentif fiskal di IKN berdasarkan Permenkeu No. 28 Tahun 2024, juga menyebabkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara hilang.
Sebagai wilayah penyangga IKN, menurut Raup Muin, Kabupaten Penajam Paser Utara menanggung beban fiskal tambahan terutama untuk pembiayaan infrastruktur penghubung dan penunjang IKN seperti jalan akses, fasilitas transportasi, dan jaringan utilitas dasar.
Kabupaten Penajam Paser Utara diminta membuat rencana pembangunan yang sejalan dengan prinsip inklusif dan rendah karbon, serta mitigasi dampak lingkungan maupun sosial seperti marginalisasi masyarakat adat dan potensi konflik akibat percepatan pembangunan sebagai daerah penyangga IKN.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang setara atas peran strategis sebagai pintu masuk IKN, melalui dukungan konkret terhadap pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, dan penguatan kapasitas wilayah sebagai mitra utama IKN.
