Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengingatkan warga setempat agar waspada terhadap penipuan yang menawarkan bantuan aktivasi atau pendaftaran identitas kependudukan digital (IKD).
'Kami imbau warga hati-hati terhadap modus penipuan yang menawarkan bantuan aktivasi IKD," kata Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara Dony Ariswanto ketika ditanya menyangkut adanya pihak yang menawari aktivasi IKD melalui Whatsapp di Penajam, Senin.
"Kami juga menerima laporan warga terkait praktik aktivasi IKD, warga dihubungi melalui Whatsapp, tetapi korban belum bikin laporan resmi," ujarnya.
Dinas Dukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil tidak pernah menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk menawarkan bantuan aktivasi atau pendaftaran IKD.
"Jika ada yang menawarkan aktivasi IKD melalui surat atau telepon itu jelas penipuan, karena Dinas maupun Ditjen Dukcapil tidak pernah menelepon secara pribadi kepada penduduk untuk melakukan pendaftaran IKD," katanya.
Dinas Dukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara bakal mengambil langkah tegas apabila menemukan praktik penipuan terkait administrasi kependudukan (adminduk).
Masyarakat diimbau dan diingatkan agar tidak mudah percaya apabila dihubungi pihak yang mengatasnamakan lembaga kependudukan dan pencatatan sipil, terutama jika menawarkan bantuan aktivasi IKD, untuk menghindari penyalahgunaan identitas pribadi.
Menurut dia, keamanan data atau identitas pribadi sangat penting, sehingga apabila warga ingin mendapatkan layanan aktivasi IKD langsung datang ke kantor Dinas Dukcapil atau menghubungi layanan resmi adminduk kabupaten/kota.
"Pelayanan adminduk tidak dipungut biaya atau gratis untuk semua layanan, seperti pembuatan kartu identitas anak (KIA), kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, akta kelahiran dan kematian, serta lainnya," kata Dony Ariswanto.
