Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan  fasilitas,  penguatan kapasitas, dan kompetensi  serta kesejahteraan bidan

Paser (ANTARA) - Bupati Kabupaten Paser Fahmi Fadli  menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana tenaga kesehatan agar mereka bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan  fasilitas,  penguatan kapasitas, dan kompetensi  serta kesejahteraan bidan," kata Fahmi saat membuka Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser ke-VIII  dan perayaan  HUT  IBI   ke-74 di Hall Pendopo Kabupaten Paser, Senin (16/6/25).

Ia menyebutkan, salah satu langkah nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan rumah dinas dan sekretariat bersama, salah satunya sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang diharapkan dapat segera terwujud pada 2026.

"Tahun 2026 kita siapkan rumah dinas, perencanaannya sudah disiapkan pada anggaran perubahan tahun ini sehingga pada tahun 2026 sudah bisa direalisasikan pembangunannya," ujar Fahmi.

Menanggapi permintaan IBI Cabang Paser Nur Jannah terkait pemenuhan sarana dan prasarana, Bupati  Fahmi memastikan bahwa hal tersebut sudah menjadi perhatian pemerintah daerah  sejak awal.

“Tanpa ibu minta pun, sebenarnya hal itu sudah kami pikirkan,” tegasnya.

Fahmi menegaskan pada periode kedua kepemimpinannya,  fokus utama pembangunan akan diarahkan pada sektor kesehatan dan pendidikan. Berbeda dengan periode pertama menekankan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, air bersih, dan jaringan komunikasi.

“Kami menyadari, pelayanan kesehatan yang maksimal tidak akan mungkin tercapai tanpa didukung infrastruktur dasar yang memadai," katanya.

Selain itu, ujar Fahmi, di periode kedua kepemimpinannya, akan mengusahakan pemenuhan kebutuhan laptop yang diminta bidan yang terkendala dalam pelaporan dan pendataan seperti angka kelahiran serta angka kematian ibu dan bayi.

"Tahun 2026 laptop kita siapkan, tetapi mungkin menyesuaikan kemampuan keuangan daerah sehingga tidak bisa sekaligus, dilakukan secara bertahap," imbuhnya. (Adv)

 



Pewarta: R. Wartono/Mekka
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026