Balikpapan (ANTARA) - Layanan Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman (TEMAN) bus di Balikpapan masih beroperasi secara gratis pada Februari 2025 menyusul kabar sebelumnya bahwa layanan umum itu akan berbayar.
"Layanan TEMAN bus masih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menggunakan skema pembelian layanan (buy the service/BTS), jadi termasuk keseluruhan," kata Pelaksana tugas (PLT) Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Zulkipli, Jumat (7/2).
Zul, sapaan akrab Zulkipli, menyampaikan Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang pembahasan ulang layanan TEMAN bus.
Pemkot Balikpapan, lanjutnya, akan tetap menggunakan pedoman kebijakan awal, yaitu bahwa penyerahan layanan kepada pemerintah daerah mulai Juli 2027.
"Untuk alih tanggung jawab operasional dari Kementerian Perhubungan ke daerah, kami masih mengacu pada pedoman awal," ujarnya.
Penganggaran layanan TEMAN Bus oleh pemkot Balikpapan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disusun pada akhir 2026 untuk anggaran murni tahun 2027.
"Sepenuhnya layanan itu masih dari Kemenhub, kecuali nanti ada informasi tertulis kepada pemerintah daerah," katanya.
Rencana tarif layanan bus yang dikelola pemkot Balikpapan, yaitu Balikpapan City Trans (BCT) untuk kategori umum sebesar Rp4.500, tarif anak sekolah Rp2.000, dan tarif lansia serta disabilitas yaitu Rp2.000.
"Semula ada usulan tarif untuk layanan disabilitas gratis. Tapi pada kajian, diputuskan pengenaan tarif Rp2.000," katanya.
Namun, Zul mengatakan penetapan tarif itu masih belum resmi dan masih menunggu surat keputusan secara tertulis.
Sebelumnya sejak 8 Juli 2024, pengoperasian layanan TEMAN bus di Kota Balikpapan masih dalam tahap uji coba trayek. Sebanyak 19 bus beroperasi untuk melayani tiga koridor.