Balikpapan (ANTARA) - Pertamina mengingatkan masyarakat agar membeli elpiji (LPG) 3 kg ke pangkalan resmi untuk mendapatkan jaminan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi).
"Sebab harga dan ketersediaan di pengecer atau toko selain pangkalan berada di luar kewenangan Pertamina dalam pengawasan dan penertiban," kata Pejabat Sementara Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Risky Diba Avrita, Senin.
Pengecer berada di luar kewenangan Pertamina, sebab bukan bagian dari rantai jalur distribusi Pertamina dalam menyalurkan gas elpiji 3 kg.
Ujung rantai distribusi itu adalah agen atau pangkalan yang mendapat kerjasama resmi dengan Pertamina dan sebelumnya harus memenuhi berbagai persyaratan, sebab elpiji 3 kg adalah barang subsidi.
Bagaimana pun juga gas elpiji 3 kg adalah bahan bakar, barang yang bila tidak ditangani dengan hati-hati atau sesuai aturan tertentu, maka bisa menimbulkan bahaya.
Hingga pekan lalu, harga elpiji 3 kg mencapai Rp60.000, bahkan ada yang Rp70.000 di tingkat pengecer, sementara harga di pangkalan resmi penyalur elpiji hanya Rp18.000. Menurut Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, harga tinggi di tingkat pengecer sebab elpiji 3 kg susah didapat.
Menurut Kepala Dinas Perdaganan Balikpapan Haemusri, kebutuhan elpiji 3 kg masyarakat Kota Minyak mencapai 30.000 metrik ton, sementara penyalurannya 19.842 metrik ton, sehingga ada kekurangan 10.000 metrik ton..
Sebab itu Pertamina bersama Pemkot Balikpapan menggelar operasi pasar pada 16-24 Januari lalu pada empat kecamatan di Kota Balikpapan.
Menurut Diba, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh agen dan pangkalan untuk dapat menyalurkan LPG bersubsidi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami tidak akan segan memberikan sanksi terhadap agen dan pangkalan yang terbukti menjual LPG bersubsidi tidak sesuai aturan,” tegas Diba.
Pertamina juga mengingatkan bahwa elpiji 3 kg adalah bahan bakar bersubsidi, yang sebagian biaya pengadaannya ditanggung pemerintah agar harga jualnya terjangkau masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro. Untuk masyarakat yang mampu, ada produk elpiji 12 kg atau brightgas 5.5 kg.