Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Pertamina Unit Pemasaran (Marketing Operation Region/MOR) VI Balikpapan menyatakan 13 stasiun pengisian bahan bakar umum dari Balikpapan hingga Sangatta, Kutai Timur, Provinsi Kaltim akan segera menjual pertalite.
"Kami akan menjualnya setelah resmi diluncurkan pekan depan," kata Humas Pertamina MOR VI Balikpapan Andar Titi Lestari di Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu.
Berdasar jadwal, Pertamina akan meluncurkan produk itu pada 8 September 2015 di Samarinda.
SPBU tersebut terdiri dari tiga di Balikpapan, yaitu SPBU Sungai Ampal, SPBU Coco Karang Anyar, dan APMS Teritip. Di Jalan Soekarno-Hatta di antara Balikpapan-Samarinda ada di km 32 Batuah, Loa Janan. Di Samarinda pertalite dijual di lima SPBU, yaitu di Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Slamet Rijadi, Djuanda, Bukit Pinang dan Jalan PM Noor.
Di Tenggarong, Kutai Kartanegara, ada pertalite di SPBU Tenggarong Seberang, juga di SPBU di jalan poros Muara Badak. Bontang menjual pertalinte di SPUB di Jalan Pelabuhan, dan di Sangatta di SPBU di Jalan APT Pranoto.
"Jatah masing-masing SPBU sementara ini delapan kilo liter. Setelah itu pasokannya disesuaikan," lanjut Lestari.
Pertalite adalah BBM dengan angka oktan 90, lebih rendah dari pertamax yang 92, tapi lebih tinggi dari premium yang 88. Karena itu harga per liternya pun ada di antara harga pertamax dan premium. Harga pertamax per liter saat ini berkisar Rp12.000 per liter sementara premium Rp8.000 per liter.
Dari beberapa kali uji coba, dengan oktan yang lebih tinggi dari pada premium, penggunaan pertalite membuat konsumsi bahan bakar lebih irit dan jarak tempuh kendaraan menjadi lebih jauh dari pada menggunakan premium.
Di sisi lain, dengan oktan yang lebih rendah dari pertamax, pengguna pertamax mungkin sekali berpikir puluhan kali sebelum menggunakan pertalite untuk kendaraannya.
"Bagi kendaraan yang sudah terbiasa menggunakan pertamax, konsumsi pertalite sangat mungkin menurunkan performa kendaraan," kata Budi Bledug, mekanik tim offroad East Borneo Offroad Squad (EBOS) Balikpapan.
Ia menyebutkan sasaran pihaknya memang masyarakat yang saat ini menggunakan premium, namun spesifikasi kendaraannya sebenarnya menuntut BBM berkualitas lebih tinggi. "Pilihannya sekarang ada dua, pertalite dan pertamax," jelas Lestari.
Di SPBU, pertalite dituang dari dispenser berwarna putih untuk membedakannya dari pertamax yang dari dispenser berwarna biru dan premium yang kuning keemasan. Produk itu nonsubsidi dan murni bisnis Pertamina, sama seperti Pertamax. (*)
