Penanggulangan kemiskinan dilakukan jangka pendek dan jangka panjang
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, terus berupaya menanggulangi kemiskinan dengan sejumlah program jangka pendek dan jangka panjang yang bermuara pada penurunan angka kemiskinan di kabupaten setempat.
"Penanggulangan kemiskinan dilakukan jangka pendek dan jangka panjang," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, Selasa, ketika ditanya menyangkut program bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Penajam.
Program jangka pendek melalui kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat tidak mampu sebagai bentuk penanganan kemiskinan, dan program jangka panjang melalui kegiatan pelatihan sebagai bekal masyarakat agar dapat mandiri untuk membangun ekonomi keluarga.
Pemerintah kabupaten menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, kata dia, melalui pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan masyarakat, maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan.
Tercatat angka kemiskinan sebanyak 10.780 jiwa atau 6,69 persen pada 2024, dan terdata mengalami penurunan menjadi 9.340 jiwa atau 5,58 persen, pada 2025. Artinya, hingga akhir 2025, angka kemiskinan mengalami penurunan 1.440 jiwa.
"Program yang dijalankan berhasil menurunkan angka kemiskinan kisaran 1,11 persen yang tercatat hingga akhir 2025," jelas Mudyat Noor.
Penurunan angka kemiskinan tersebut termasuk menjalankan program bantuan bantuan pemerintah pusat, dan tahun ini disalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kemiskinan daerah tahap pertama kepada 405 keluarga penerima manfaat (KPM).
KPM BLT 2026 menerima bantuan Rp270 ribu per bulan disalurkan sekaligus untuk enam bulan pada tahap pertama Januari-Juni 2026, menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Ainie, totalnya masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp1.620.000.
Penerima BLT tersebut, tercatat dari Kecamatan Penajam sebanyak 274 KPM, Kecamatan Waru 36 KPM, Kecamatan Sepaku 54 KPM dan Kecamatan Babulu 41 KPM, BLT disalurkan bekerja sama dengan Bankaltimtara.
Sebanyak 191 KPM telah memiliki rekening Bankaltimtara, dan 214 KPM lainnya dibuatkan rekening baru secara serentak di kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bankaltimtara di empat kecamatan.
Penyaluran BLT merupakan bagian dari strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat sesuai arahan dan instruksi kepala negara tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan, serta penghapusan kemiskinan ekstrem, demikian Ainie.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026