Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Transformasi ekonomi dari migas dan batu bara ke pertanian dalam arti luas yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir, bertujuan untuk mewujudkan fondasi pangan agar tak bergantung daerah lain.

"Fokus pembangunan saat ini adalah transisi dari visi fase ‘Kukar Idaman 2021-2026’ menuju penguatan fondasi berkelanjutan melalui peningkatan visi di fase 'Kutai Kartanegara Idaman Terbaik 2025-2029'," ujar Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Sabtu.

Memasuki fase "Kukar Idaman Terbaik", lanjutnya, visi pemerintahan ditingkatkan menjadi lebih spesifik dan strategis yakni "Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, dan Industri Hijau yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan ".

Ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Kukar dalam menyambut keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk sebagai upaya melakukan transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif (tambang migas dan batu bara) ke sektor terbarukan (renewable resources).

Ia melanjutkan, misi "Kutai Kartanegara Idaman Terbaik" difokuskan pada hilirisasi pertanian dan kemandirian ekonomi desa, guna memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat terbawah.

Dalam mewujudkan kemandirian desa, pemda pun menggandeng pemerintah desa untuk mewujudkan lumbung pangan, karena desa memiliki anggaran 20 persen dari Dana Desa untuk Program Ketahanan Pangan Nasional.

Saat ini desa-desa di Kukar pun sudah merealisasikan hal tersebut sejak 2025 hingga saat ini, salah satunya Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang yang melakukan panen pada pekan terakhir Maret lalu.

"Berkat kerja sama dengan berbagai pihak mulai Kementerian Pertanian hingga pemerintah desa, maka produksi padi Kukar menjadi yang terbanyak di Provinsi Kaltim," ujar Rendi.

Seperti pada 2025, dari total 270,87 ton gabah kering giling (GKG) di Kaltim, jumlah terbanyak berasal dari Kukar yang mencapai 110,87 ton GKG, kedua dari Kabupaten Paser sebanyak 67,65 ton GKG, dan dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 47,58 ton GKG, sedangkan sisanya dari kabupaten/kota lain.

Kemudian untuk luas panen padi pun terluas, yakni dari total luas panen padi Kaltim 66.518 hektare pada 2025, Kabupaten Kukar menyumbang terbanyak yang mencapai 26.287 hektare, kedua dari Kabupaten Paser seluas 14.599 hektare, dan ketiga dari Kabupaten PPU seluas 13.570 hektare.

Baca juga: Kukar siapkan 13 lokasi gelaran MTQH tingkat provinsi



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026