Balikpapan (ANTARA) - General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli menyatakan lebih dari 22 ribu orang tercatat menerima manfaat dari berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kaltimra sepanjang 2025. Program tersebut mencakup kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan bagi kelompok rentan.
ia mengatakan dari sejumlah kegiatan itu, program mudik gratis menjadi salah satu yang melibatkan peserta terbanyak di luar program penyambungan listrik, yang juga gratis. Melalui program mudik gratis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, ratusan warga diberangkatkan dari Balikpapan melalui jalur laut dan darat setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Program Light Up the Dream atau penyambungan listrik gratis bagi keluarga miskin tidak dimasukkan sebagai bagian dari TJSL karena layanan kelistrikan merupakan tugas utama PLN," katanya di Balikpapan, Sabtu.
Di bidang lingkungan, PLN UID Kaltimra mengembangkan bank sampah bersama Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan di SMKN 5 Balikpapan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemilahan sampah dan pengelolaan berbasis ekonomi sirkular.
Pengurangan sampah plastik dilakukan melalui program Bottle Up dengan menyediakan kotak penampung atau drop box untuk botol plastik di kantor-kantor PLN.
“Di 2026 ini kami akan coba taruh drop box-nya di lokasi-lokasi publik,” ucapnya.
Sementara itu Humas PLN UID Kaltimra Darry Giovanno mengatakan sebelum itu, PLN masih berkoordinasi dengan SPI dan dinas-dinas terkait.
Hingga akhir 2025, di Balikpapan, PLN bersama masyarakat menanam lebih dari 1.500 bibit pohon sebagai bagian dari kegiatan lingkungan perusahaan. Penanaman dilakukan di berbagai titik, sebagian di antaranya bekerja sama dengan kelompok masyarakat yang berfokus pada rehabilitasi lahan dan hutan, seperti Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Meranti di Hutan Lindung Sungai Manggar.
“Program TJSL adalah komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata,” katanya.
PLN juga melaksanakan kegiatan di bidang pemberdayaan ekonomi, penyediaan sarana prasarana, serta dukungan bagi kelompok rentan sesuai kebutuhan masyarakat.
Darry menambahkan bahwa pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi itu menjadi kunci agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutupnya.
