Balikpapan (ANTARA) - Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, PLN Group di Balikpapan dan Samarinda bersama komunitas warga menanam 1.500 bibit pohon di Kawasan Wisata Meranti, Jalan Giri Rejo II Km 15 Soekarno Hatta, Balikpapan.
"Kegiatan ini melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kota Balikpapan, Dinas Lingkungan Hidup, Forkopimca Balikpapan Utara, kelompok tani, serta pemerhati lingkungan dan pariwisata. Lebih dari 200 insan PLN ikut turun langsung dalam aksi penghijauan tersebut," kata General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli.
Ia menyebutkan kehadiran ratusan insan PLN menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. “Akar dari setiap pohon yang kita tanam adalah akar dari masa depan. Ini bukan hanya simbol, tetapi kontribusi nyata untuk bumi dan masyarakat. Melalui TJSL, kami ingin memastikan masyarakat sekitar hutan ikut berdaya dan terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Dikemukakannya bahwa kegiatan penanaman merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang dijalankan bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Meranti.
"Program ini bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan sekaligus menumbuhkan ruang hijau di daerah penyangga penting Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar, sumber utama kebutuhan air baku Kota Balikpapan," kata Muchamad.
Ia menambahkan kegiatan mengusung tema Roots of Energy, PLN menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan investasi ekologis jangka panjang yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Lanjutnya, PLN memastikan komitmen lingkungan tidak berhenti pada tahap penanaman, melainkan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan monitoring pertumbuhan pohon secara berkala agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat

Sementara Kepala KPHL Kota Balikpapan, Deny Kristianto, mengapresiasi langkah PLN yang tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga keberlanjutan pengelolaan kawasan hutan Meranti.
“Penanaman sebanyak 1.500 pohon tersebut memberikan dampak langsung terhadap kelestarian hutan sekaligus memperkuat kapasitas kelompok perhutanan sosial. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut agar hutan tetap lestari dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.
Deny menambahkan sebanyak enam jenis pohon ditanam, yaitu ulin, banggeris, meranti, kopi, nangka, dan manggis. Pemilihan jenis pohon dilakukan untuk memastikan ketahanan jangka panjang, memperbaiki kualitas udara, memperkuat daerah resapan air, serta menumbuhkan kembali keanekaragaman hayati di kawasan Wisata Meranti.
