Samarinda (ANTARA) - Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur bersiap untuk membuka gerbang penerbangan internasional yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Februari 2026.
Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara APT Pranoto, Murdoko,di Samarinda, Jum'at, menegaskan bahwa kesiapan fisik dan manajerial terus dikebut demi merespons tingginya permintaan transportasi udara masyarakat Kaltim ke mancanegara.
“Bandara APT Pranoto siap melaksanakan penerbangan internasional langsung. Langkah-langkah strategis terus kami lakukan, mulai dari penguatan koordinasi lintas instansi hingga penuntasan sarana dan prasarana pendukung di lapangan,” ujar Murdoko.
Saat ini, laniut Murdoko, pengelola bandara sedang memprioritaskan penataan terminal khusus yang memisahkan area keberangkatan dan kedatangan internasional.
Penyesuaian signifikan dilakukan pada area pemeriksaan imigrasi, bea cukai, serta sinkronisasi alur pergerakan penumpang agar memenuhi standar keamanan penerbangan internasional.
“Penyekatan ruang tunggu dan kelengkapan dokumen administratif sudah rampung. Kami juga melakukan penyesuaian tata letak fasilitas agar sesuai standar operasional internasional. Kami harap masyarakat tidak terkejut dengan perubahan alur di dalam terminal nantinya,” tambahnya.
Murdoko mengonfirmasi bahwa maskapai Lion Air akan menjadi pionir dalam pembukaan rute internasional ini dengan destinasi Samarinda (AAP) menuju Kuala Lumpur (KUL), Malaysia.
Pada tahap awal, penerbangan akan dilayani satu kali dalam sepekan untuk menguji respons pasar.
"Maskapai tentu mempertimbangkan permintaan pasar. Jika tren penumpang positif, frekuensi penerbangan akan ditambah secara bertahap. Target kami, pada Februari sudah beroperasi, sehingga saat momentum Hari Raya mendatang, layanan ini sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat," jelas Murdoko.
Selain kesiapan teknis penerbangan, Bandara APT Pranoto juga meningkatkan fasilitas kenyamanan bagi calon penumpang. Guna mengantisipasi kejenuhan saat terjadi keterlambatan (delay), pengelola menyediakan fasilitas gratis di area tunggu.
“Kami telah menyiapkan game box dan workspace yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh penumpang. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik di tengah transformasi bandara ini,” jelasnya.
Pihak bandara berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Timur agar operasional internasional ini berjalan lancar, sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai salah satu simpul transportasi udara penting di Indonesia, terutama sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
