Hasil evaluasi menyatakan Bandara APT Pranoto layak dan siap melaksanakan pelayanan transportasi udara selama periode Nataru

Samarinda (ANTARA) - Bandara APT Pranoto Samarinda menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan penumpang menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mulai sumber daya manusia (SDM), hingga prosedur standar operasional (SOP).

Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Jumat, menjelaskan bahwa seluruh aspek operasional telah diverifikasi oleh Direktorat Teknis Kementerian Perhubungan dan Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan.

"Hasil evaluasi menyatakan Bandara APT Pranoto layak dan siap melaksanakan pelayanan transportasi udara selama periode Nataru," tegas Kadek.

Ia mengungkapkan, saat ini, Bandara APT Pranoto melayani berbagai rute strategis yang dioperasikan oleh maskapai-maskapai besar, yakni Samarinda – Jakarta, oleh Batik Air, Garuda Indonesia, dan Citilink. Samarinda – Surabaya, oleh Super Air Jet dan Citilink. Samarinda – Yogyakarta, oleh Super Air Jet. dan Samarinda – Banjarmasin & Berau oleh Wings Air.

Kadek memberikan kabar baik bagi masyarakat, pemerintah melalui kebijakan terbaru telah menetapkan penurunan harga tiket pesawat sebesar 13% hingga 14%. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, yang diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan bagi calon penumpang.

"Untuk mengantisipasi kepadatan, jam operasional Bandara APT Pranoto diperpanjang hingga pukul 20.00 WITA," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Kadek, pengelola bandara telah membangun area khusus penjemputan dan kedatangan guna meningkatkan kenyamanan. Tercatat delapan unit usaha transportasi darat, termasuk taksi dan angkutan travel resmi, telah bersiaga di kawasan bandara.

Berdasarkan data pemesanan, tingkat keterisian pesawat (load factor) untuk lima hari ke depan hampir mencapai 100%.

Ia mengatakan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 23–24 Desember 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 3–4 Januari 2026.

Mengingat faktor cuaca yang sering kali tidak menentu, pihak bandara telah menyiapkan prosedur mitigasi keterlambatan (delay management).

Posko Terpadu Nataru juga telah didirikan untuk memantau kondisi operasional secara real-time dan menangani situasi darurat.

Dari sisi keamanan, Bandara APT Pranoto bersinergi dengan Polresta Samarinda, Polsek Sungai Siring, serta unsur TNI untuk menjaga ketertiban selama Operasi Nataru berlangsung.

Kadek mengimbau kepada para penumpang untuk, selalu memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum berangkat, mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan agar perjalanan tetap nyaman dan datang lebih awal ke bandara untuk menghindari antrean panjang saat proses check-in.

"Secara keseluruhan, kami telah memastikan kesiapan petugas maupun fasilitas pelayanan. Kami sangat mengharapkan dukungan dan masukan dari semua pihak demi kelancaran pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Kalimantan Timur," tutupnya.

 

 



Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026