Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kaltim, menyiapkan penerbangan tambahan rute Samarinda-Yogyakarta pada 23 Maret 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas Lebaran.
"Kami telah menyediakan extra flight bersama maskapai Super Air Jet agar lonjakan kebutuhan transportasi masyarakat pada periode libur ini dapat difasilitasi dengan maksimal," kata Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Kaltim, Sabtu.
Kadek menjelaskan tiket untuk layanan penerbangan tambahan menuju Kota Gudeg tersebut sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui berbagai agen perjalanan.
Berdasarkan data rekapitulasi selama dua puluh hari Ramadhan, bandara kebanggaan warga ibu kota Kalimantan Timur ini telah melayani total pergerakan sebanyak 35.618 penumpang.
Rincian pergerakan tersebut meliputi 16.286 orang yang tiba melalui terminal kedatangan, serta 19.332 orang yang terbang meninggalkan Kota Samarinda.
Layanan penerbangan reguler komersial untuk memfasilitasi para pemudik ini didukung oleh armada pesawat dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Air Jet.
Selain rute utama, pihak pengelola bandara turut menyiagakan maskapai Smart Aviation untuk melayani penerbangan perintis menuju daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan di wilayah pedalaman.
"Rute penerbangan tujuan Jakarta sejauh ini masih menempati urutan pertama yang paling banyak diminati penumpang, disusul oleh Kota Surabaya," kata Kadek.
Khusus untuk mobilitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, saat ini terdapat empat jadwal keberangkatan harian yang dilayani oleh Batik Air, Garuda Indonesia, dan Citilink.
Menjelang puncak periode angkutan Lebaran 2026, pengelola bandara juga telah mengambil langkah proaktif melalui pengawasan ketat terhadap kepatuhan operasional di sisi udara.
"Tim gabungan bertugas memeriksa kelengkapan dokumen personel hingga kelaikan operasional alat berat guna memitigasi risiko keamanan selama peningkatan frekuensi penerbangan," papar Kadek.
Pihak bandara menegaskan tidak menoleransi pelanggaran prosedur dan siap memberikan peringatan tertulis bagi instansi maupun pengemudi yang beroperasi tanpa dokumen sah.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026