Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), Kalimantan Timur, menguatkan peran kader posyandu dan kader pembangunan masyarakat, hingga anggota PKK mulai tingkat kampung/desa hingga kabupaten, sebagai upaya menurunkan prevalensi stunting yang saat ini tercatat 13,7 persen.
"Saya ingin stunting di Mahulu terus menurun, kalau perlu hilang sama sekali. Saya yakin melalui ibu-ibu PKK, kader posyandu dan KPM, serta dukungan para petinggi kampung, kita mampu mewujudkannya," ujar Bupati Mahulu Angela Idang Belawan di Ujoh Bilang, Mahulu, Senin.
Untuk itu, banyak hal yang menjadi penekanan kepada tiga lembaga tersebut untuk selalu melakukan edukasi, pemenuhan gizi, sanitasi, dan lainnya, bagi masyarakat terutama keluarga yang memiliki bayi stunting maupun keluarga dengan risiko memiliki anak stunting.
Edukasi terutama ditekankan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) pada anak, yakni mulai masih bentuk janin dalam kandungan sampai anak lahir dan minimal berusia dua tahun.
Di masa ini, ibu yang sedang mengandung harus mengonsumsi makanan dengan gizi cukup agar bayi yang dikandung mendapat banyak asupan gizi.
Kemudian saat anak lahir harus diberi ASI secara eksklusif sampai enam bulan pertama, dilanjutkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sambil tetap menyusul sampai anak minimal anak berusia 2 tahun agar tidak terjadi stunting.
Terkait dengan penguatan peran kader, Pemkab Mahulu pun telah menggelar beberapa kali pelatihan, antara lain yang dikemas dalam Penguatan Kapasitas PKK, Kader Posyandu, dan KPM, digelar pada Jumat (5/12/2025), sebagai langkah mempercepat konvergensi penurunan stunting.
Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu tersebut mengusung tema, "Bersama PKK, Posyandu, dan KPM Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu".
"Pemkab Mahulu berkomitmen kuat dalam upaya mempercepat penurunan stunting melalui penguatan peran PKK, posyandu, dan KPM, karena tiga lembaga ini menjadi ujung tombak di tiap kampung," katanya.
Angela juga mengajak Dasa Wisma turut membantu memperbaiki gizi keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, karena banyak berbagai jenis tanaman hingga budidaya perikanan yang bisa dikembangkan melalui pekarangan rumah oleh anggota Dasa Wisma.
