Balikpapan (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan terus memperkuat pemahaman politik di kalangan generasi muda melalui program pendidikan politik yang menyasar pelajar SMA hingga mahasiswa. Program tersebut bertujuan membentuk generasi yang melek politik, kritis, berintegritas, dan aktif dalam proses demokrasi.
"Kita ingin pelajar dan mahasiswa tidak apatis terhadap politik. Mereka harus tahu bahwa politik itu bukan sesuatu yang menakutkan, tapi bagian dari tanggung jawab kebangsaan,” kata Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol Balikpapan, Indira Purnama Jaya Sakri, di Balikpapan, Selasa.
Ia mengatakan pendidikan politik telah menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan dirancang untuk membangun kesadaran politik sejak dini dan mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai momentum demokrasi seperti pemilu, pilkada, dan musyawarah warga.
Indira Purnama menuturkan, minimnya pengetahuan politik di kalangan anak muda dapat berdampak pada rendahnya partisipasi dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, Kesbangpol mengemas pendidikan politik dalam bentuk kegiatan yang interaktif dan menarik.
Salah satu kegiatan yang rutin digelar adalah lomba debat ideologi, melibatkan siswa SMA dan mahasiswa dari berbagai kampus di Balikpapan. Melalui debat ini, peserta dilatih menyusun argumen, memahami nilai kebangsaan, dan melihat isu politik dari berbagai sudut pandang. Selain itu, lomba karya tulis ilmiah bertema politik dan ketatanegaraan juga menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menganalisis isu publik secara lebih mendalam.
“Kemarin kami mengadakan lomba debat politik dan lomba karya tulis. Dalam waktu dekat juga akan ada sosialisasi pendidikan politik di Universitas Balikpapan (Uniba), melibatkan mahasiswa dari lintas fakultas,” jelasnya.
Indira menambahkan bahwa generasi muda, terutama Gen Z, perlu terus didorong agar tidak bersikap pasif terhadap isu publik. Meski akses informasi semakin mudah, kemampuan menyaring dan memahami konteks masih perlu diperkuat. Pendidikan politik dinilai menjadi sarana penting untuk membentuk pola pikir yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab.
“Kalau generasi muda kita tidak kita dorong untuk peduli, mereka akan cuek terhadap isu-isu publik. Pendidikan politik ini penting supaya mereka paham dan bisa berperan aktif di masyarakat,” tegasnya.
Indira menambahkan melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kesbangpol Balikpapan berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki literasi politik tinggi, menjaga nilai-nilai demokrasi, dan berkontribusi dalam kehidupan bangsa. (Adv)
