Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menegaskan pentingnya pendidikan politik sebagai fondasi pembentukan generasi muda yang sadar hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan sosial yang cepat, pemahaman politik sejak dini dinilai menjadi bekal penting agar anak muda mampu menjaga sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi.
Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, Selasa, menyebut pendidikan politik bukan sekadar pengenalan terhadap pemilu atau lembaga pemerintahan, melainkan proses pembentukan karakter yang peka terhadap persoalan publik.
“Pendidikan politik membantu generasi muda memahami cara kerja sistem pemerintahan, penggunaan hak suara, serta proses pengambilan keputusan publik. Dengan pemahaman tersebut, mereka diharapkan lebih peduli pada isu-isu sosial dan berani menyuarakan pendapat,” ujarnya, Senin.
Menurutnya, literasi politik yang baik menjadi modal penting menghadapi tantangan era digital. Di saat informasi politik mudah diakses melalui media sosial, risiko tercampurnya fakta dan hoaks juga meningkat. Dalam situasi tersebut, pendidikan politik berperan membentuk pola pikir kritis, analitis, dan rasional.
“Anak muda yang melek politik cenderung lebih bijak dalam menilai informasi publik, mampu membedakan fakta dan hoaks, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar opini atau tekanan kelompok,” tambah Sutadi.
Kesbangpol menilai, pendidikan politik juga berfungsi mencegah sikap apatis terhadap politik. Masih banyak masyarakat, termasuk anak muda, yang menganggap politik sebagai sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, keputusan politik berdampak langsung pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, harga bahan pokok, hingga peluang kerja.
Dengan memahami keterkaitan tersebut, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran bahwa keterlibatan mereka dalam dunia politik merupakan bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah integrasi muatan pendidikan politik di sekolah dan perguruan tinggi, melalui diskusi, seminar, dan kegiatan keorganisasian. Selain itu, pelibatan aktif pemuda dalam komunitas, organisasi kepemudaan, dan forum dialog juga dinilai mampu menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan komunikasi yang sehat dan santun.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap, melalui upaya tersebut, lahir generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai demokrasi, tetapi juga siap menjadi agen perubahan, berpartisipasi aktif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (Adv)
