Sangatta (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan metadata statistik pada setiap organisasi pemerintah daerah (OPD), untuk menganalisa data secara akurat dan transparan.
“Dengan adanya metadata, kita dapat menghindari duplikasi dalam kegiatan pengumpulan data, mendorong hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran," kata Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar, di Sangatta, Rabu (29/10).
Dia menyampaikan bahwa penyediaan metadata merupakan elemen penting dalam penyebarluasan statistik.
Metadata sangat berperan besar dalam memberikan transparansi terhadap data, sehingga pengguna dapat lebih mudah mengakses, memahami, menginterpretasi, dan menganalisis data secara akurat.
Ronny menambahkan dokumentasi yang jelas mengenai sumber dan metodologi menjadi kunci transparansi dan kualitas data.
“Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran,” ucapnya..
Oleh karena itu dia mendorong seluruh OPD untuk memiliki peta jalan penyusunan metadata yang sistematis di masing-masing unit kerja.
Ronny menegaskan pentingnya memperkuat dan mempertajam data di setiap OPD agar dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Diskominfo sebagai leading sektor tidak dapat berjalan sendiri, dukungan dan partisipasi seluruh OPD sangat diperlukan. Mari kita jadikan kolaborasi ini sebagai langkah menuju budaya data yang berkualitas dan transparan,” katanya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Statistik Diskominfo Staper, Diar Aji Wiranata menyampaikan dengan komitmen seluruh OPD dalam menyusun metadata, sehingga dapat menghasilkan data statistik yang berstandar dan terintegrasi.
“Kami ingin menghasilkan data berkualitas serta memperkuat integrasi data antarinstansi," ungkapnya.
Dia menambahkan dengan memberikan pemahaman terkait metadata pada setiap OPD, Kabupaten Kutai Timur dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan serta mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia yang kredibel.
