Samarinda (ANTARA) - Sebuah filosofi keberlanjutan yang meresap jauh ke dalam strategi bisnis dan operasional PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali mendapatkan pengakuan. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, perusahaan ini dianugerahi penghargaan Proper Daerah (Properda) peringkat Emas dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Capaian itu bukanlah sekadar trofi yang dipajang, melainkan cerminan dari sebuah komitmen yang lebih dalam: "memupuk kemandirian". Filosofi ini melampaui produksi pupuk sebagai bisnis inti, menjelma menjadi ekosistem pemberdayaan yang menyentuh kehidupan petani di pelosok negeri hingga merehabilitasi ekosistem di dasar samudera.
"Kami tak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga menjadikan aspek lingkungan sebagai parameter operasi," F Purwanto, Direktur Operasi Pupuk Kaltim, bercerita kepada ANTARA, 22 Oktober 2025, menitikberatkan peran perusahaan pada produktivitas pupuk yang menyatu dengan poros pemberdayaan sosial.
Penghargaan Properda Emas yang diterima pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 menjadi bukti valid untuk menelusuri bagaimana sebuah perusahaan BUMN sektor pupuk dan bahan kimia mengintegrasikan operasional bisnis, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Pengakuan ini adalah hasil dari strategi yang menjadikan keberlanjutan sebagai daya saing jangka panjang di tengah tantangan global. Inilah ekosistem yang dibentuk secara kokoh, mulai dari program pertanian berskala nasional yang mentransformasi nasib petani, hingga inovasi lingkungan yang mengubah limbah industri menjadi aset ekologis bernilai tinggi.
Memupuk kedaulatan
Di tengah dinamika ketahanan pangan nasional, Pupuk Kaltim mengambil peran lebih dari sekadar pemasok. Perusahaan ini membangun sebuah arsitektur pemberdayaan berlapis yang menggabungkan jangkauan nasional yang luas dengan inovasi lokal yang presisi dan terukur.
Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) dan Agrosolution menjadi tulang punggung Pupuk Kaltim dalam mendukung kedaulatan pangan. Keduanya dirancang dengan premis bahwa pupuk berkualitas tanpa pengetahuan yang memadai tidak akan menghasilkan panen optimal.
"Oleh karena itu, fokus utama program ini adalah edukasi dan pendampingan intensif yang mencakup seluruh rantai nilai pertanian," cakap Purwanto.
Skala program Agrosolution, yang telah berjalan konsisten sejak 2020, menunjukkan jangkauan dampaknya yang masif. Hingga September 2025, program ini telah merangkul 50.918 petani yang tersebar di 16 provinsi, dengan total lahan pendampingan seluas 103.271 hektare.
Dampak kuantitatifnya pun signifikan, terbukti mampu meningkatkan produktivitas rata-rata sebesar 16 persen untuk padi dan 41 persen untuk jagung.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari model pendampingan holistik yang diterapkan. Petani tidak hanya mendapatkan akses terhadap benih unggul dan pupuk berkualitas, tetapi juga adopsi teknologi, akses permodalan, dan yang terpenting, jaminan serapan hasil panen oleh offtaker dengan harga di atas rata-rata pasar. Model ini secara efektif memitigasi risiko yang selama ini menjadi momok bagi petani.
Kisah Hadi Sugianto, seorang petani padi dari Kalimantan Timur, menjadi bukti nyata efektivitas program ini. Sejak bergabung pada tahun 2024, Hadi merasakan lonjakan produktivitas yang drastis. Hasil panennya meningkat 60 persen hingga 70 persen, dari rata-rata tiga ton per hektare menjadi 4,5-7 ton per hektare.
Melalui pendampingan, ia diperkenalkan pada konsep pertanian presisi, mulai dari pengukuran pH tanah, teknik pemupukan sesuai kebutuhan, hingga pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.1 Kisah Hadi adalah representasi dari ribuan petani lain yang kini lebih berdaya dan sejahtera.
BISA-BERSERI
Jika Agrosolution adalah kerangka kerja nasional, maka program-program seperti PKT BISA dan PKT BERSERI berfungsi sebagai "laboratorium inovasi" di tingkat daerah. Keduanya mengembangkan solusi yang disesuaikan secara spesifik dengan tantangan dan potensi lokal, yang kemudian hasilnya dapat direplikasi di wilayah lain.
Di Magetan, Jawa Timur, Program Pertanian Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) berhasil menciptakan sebuah model pertanian terintegrasi yang memungkinkan petani panen hingga empat kali dalam setahun.
Program ini secara unik mengintegrasikan lima kelompok masyarakat—pertanian, peternakan, perikanan, pengelola kompos, serta UMKM dan Ibu Milenial—menjadi sebuah ekosistem ekonomi sirkular di tingkat dusun.
Bambang Hendro Kusworo, salah satu petani peserta, bersaksi bagaimana program ini membantunya menyembuhkan tanah yang "sangat sakit akibat terlalu banyak akumulasi kimia" melalui penggunaan kompos organik.
Hasilnya, panen jagungnya meningkat lebih dari dua kali lipat, dari satu ton menjadi lebih dari dua ton per hektare.
Dampak program ini bahkan meluas hingga ke pasar internasional, di mana produk turunan UMKM binaan seperti kerupuk lele berhasil menembus pasar Taiwan dan Arab Saudi.
Sementara itu, di Gowa, Sulawesi Selatan, Program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 dalam kategori Pemberdayaan Sosial.
Inovasi utama program itu adalah mengubah limbah peternakan dan pertanian menjadi pupuk kompos organik berkualitas tinggi. Antara Maret 2024 dan Februari 2025, program ini berhasil mengolah 34,6 ton kotoran ternak dan lebih dari 1,5 ton limbah pertanian.
Dampaknya luar biasa, produktivitas padi melonjak lebih dari 65 persen (dari 3,8 ton menjadi 6,3 ton per hektare). Sementara biaya produksi berhasil ditekan hingga 23,8 persen.
Program ini tidak hanya meningkatkan keuntungan 132 petani secara langsung, tetapi juga menciptakan unit usaha baru berbasis masyarakat dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembakaran limbah.
Analisis terhadap program-program ini menunjukkan sebuah strategi pemberdayaan dua lapis yang canggih. Agrosolution menyediakan kerangka kerja yang terukur dan dapat diskalakan secara nasional untuk memastikan jangkauan yang luas. Di sisi lain, program seperti PKT BISA dan PKT BERSERI berfungsi sebagai inkubator inovasi yang merespons tantangan lokal secara spesifik.
Alhasil program-program lokal ini menciptakan sebuah siklus umpan balik yang positif, di mana pembelajaran dan praktik terbaik dapat disempurnakan dan diintegrasikan kembali ke dalam kurikulum program nasional.
Ini menunjukkan sebuah pendekatan yang adaptif dan menolak solusi "satu untuk semua", serta membangun sebuah ekosistem mandiri di mana petani bukan lagi sekadar penerima bantuan, melainkan pelaku ekonomi yang terintegrasi dalam pasar yang lebih terstruktur dan menguntungkan.
Harmoni alam
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap keberlanjutan tidak berhenti di lahan pertanian. Perusahaan ini juga menjadi pionir dalam program lingkungan yang menunjukkan bagaimana industri dan alam dapat berjalan selaras, bahkan saling menguatkan.

Program Konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Karang (Kilau Samudera) adalah contoh utama dari ekologi industri yang inovatif. Program ini secara cerdas memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA), produk sampingan dari proses produksi perusahaan, sebagai bahan baku untuk media terumbu karang buatan.
Inisiatif ini secara efektif mengubah tantangan pengelolaan limbah menjadi solusi lingkungan yang menciptakan nilai tambah.
Kredibilitas dan legitimasi program ini diperkuat oleh Sertifikat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM serta izin pemanfaatan dari DPM-PTSP Provinsi Kalimantan Timur.
Lebih jauh lagi, Kilau Samudera terpilih sebagai program unggulan yang disorot dalam nominasi ASEAN Risk Award 2025, sebuah pengakuan atas signifikansinya di tingkat tata kelola korporat regional.
Kilau Samudera bukanlah proyek korporat yang berjalan dari atas ke bawah, melainkan sebuah buah dari kolaborasi erat dengan masyarakat. Peran sentral Kelompok Kimasea, sebuah kelompok nelayan dari Loktuan, Bontang, menjadi kunci keberhasilan program ini. Mereka adalah mitra aktif yang bertanggung jawab atas upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem laut.
Pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim sejak tahun 2017 telah berhasil mentransformasi Kimasea menjadi role model konservasi berbasis masyarakat di Bontang.
Puncak dari kisah pemberdayaan ini adalah ketika Jusman, ketua Kelompok Kimasea, berhasil meraih Penghargaan Tokoh Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Pemerintah Provinsi Kaltim atas dedikasinya. Ini adalah validasi, membuktikan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat melahirkan pahlawan lokal dari akar rumput.
Koneksi antara inovasi teknis (pemanfaatan FABA), pengakuan korporat tingkat tinggi (nominasi ASEAN Risk Award), dan penghargaan bagi pegiat komunitas (Kalpataru untuk Jusman) menunjukkan sebuah rantai sebab-akibat yang jelas.
Nominasi ASEAN Risk Award dalam kategori "Inisiatif Publik" secara langsung didukung oleh keberhasilan nyata Kilau Samudera. Keberhasilan itu, pada gilirannya, bergantung pada kerja keras komunitas yang diakui melalui penghargaan Kalpataru.
Rentetan penghargaan yang diraih Pupuk Kaltim—mulai dari Properda Emas, AREA, TJSL & CSR Awards, hingga nominasi ASEAN Risk Award—bukanlah tujuan akhir. Semua itu adalah hasil panen dari benih filosofi korporat yang ditanam secara konsisten: sebuah keyakinan akan keterhubungan antara berbagai elemen.
Keberhasilan Pupuk Kaltim terletak pada kemampuannya melihat bahwa tanah yang sehat akan menghasilkan petani yang sejahtera, limbah industri dapat menghidupkan kembali biota laut, dan investasi pada pendidikan seorang anak akan membangun masa depan yang stabil bagi sebuah kota.
Perjalanan Pupuk Kaltim adalah proses memupuk yang tak pernah berhenti. Yang dipupuk bukan hanya tanaman di ladang, tetapi juga inovasi, ketangguhan komunitas, dan masa depan yang berkelanjutan. Ini adalah bukti bahwa sebuah BUMN dapat menjadi agen perubahan yang kuat, menciptakan nilai bersama yang gaungnya terasa dari komunitas lokal hingga panggung internasional.
