Kemarin, Dinas Koperasi kembali mengumpulkan 34 KKMP untuk memberikan beberapa masukan, baik secara teknis maupun tindak lanjutnya

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan terus memberikan pendampingan kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang saat ini memasuki tahap kedua pengembangan usaha.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) secara intensif mendampingi KKMP agar bisa berjalan sesuai tujuan.

“Kemarin, Dinas Koperasi kembali mengumpulkan 34 KKMP untuk memberikan beberapa masukan, baik secara teknis maupun tindak lanjutnya,” ujar Bagus di Balikpapan, Kamis (21/8).

Ia menyebutkan,  pada 25 Agustus mendatang akan digelar webinar nasional yang secara khusus membahas koperasi Merah Putih.

 Materi yang dibawakan antara lain potensi usaha, strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat, tata cara pengelolaan koperasi, hingga contoh jenis usaha.

“Pada hari yang sama juga akan ada tes bagi pengurus dan anggota, agar pemahaman mengenai koperasi Merah Putih lebih mudah diterapkan dalam pelaksanaannya,” katanya.

Bagus menegaskan koperasi menjadi perhatian serius pemerintah. “Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis kini masuk sebagai prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma menambahkan, KKMP diarahkan menjalin kemitraan dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai bidang usaha masing-masing.

“Misalnya penyediaan sembako dengan PT Bulog, kebutuhan gas elpiji dengan Pertamina Patra Niaga, hingga distribusi obat-obatan melalui Klinik Kimia Farma,” ujarnya.

Menurutnya, sektor perbankan juga dapat dilibatkan untuk memperkuat layanan digital, terutama sistem pembayaran secara dalam jaringan (daring/online).

“Langkah ini diharapkan bisa memperkuat peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama sembako, dengan harga yang terjangkau,” kata Heruressandy.

Meski demikian, ia mengakui koperasi masih menghadapi sejumlah kendala teknis, mulai dari minimnya anggota hingga keterbatasan modal.

Karena itu, strategi awal yang dilakukan adalah menggalang partisipasi masyarakat di tiap kelurahan untuk bergabung sebagai anggota koperasi.

“Semakin banyak anggota, semakin besar pula potensi modal yang bisa dihimpun. Setelah itu, koperasi dapat membangun kemitraan yang benar-benar menunjang kebutuhan anggotanya,” jelasnya.

Heruressandy menambahkan, pengembangan usaha KKMP tidak harus dilakukan secara besar-besaran sejak awal, melainkan bertahap dengan melibatkan partisipasi warga.

Ia juga menegaskan kehadiran koperasi di bidang sembako bukan untuk bersaing dengan pelaku usaha yang sudah ada, melainkan bisa bermitra jika terjadi kekurangan pasokan komoditas.

“Justru bisa bekerja sama dengan pelaku usaha yang sudah berjalan. Dengan begitu kebutuhan anggota tetap terpenuhi dan roda usaha koperasi bisa terus bergerak,” tuturnya. (Adv).



Pewarta: Muhammad Solih Januar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026