Samarinda (ANTARA) - Sebanyak 100 siswa SMP dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda, Kalimantan Timur dijadwalkan mulai menempati asrama pada Jumat (15/8), bertepatan dengan pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
"Para siswa hadir di lokasi pada Jumat (15/8) pagi dengan didampingi oleh orang tua masing-masing untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan yang akan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita," kata Wakil Kepala Pengembangan Mutu/Kurikulum Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda Indra Bagus Yudistira di Samarinda, Kamis.
Ia menjelaskan kegiatan hari pertama difokuskan pada adaptasi siswa terhadap lingkungan baru.
Setelah seremoni pembukaan yang dipimpin Wali Kota Samarinda Andi Harun, agenda dilanjutkan dengan pengenalan area sekolah, para guru, serta wali asuh yang mendampingi mereka selama di asrama.
Dia menjelaskan pada tahap awal ini siswa tidak akan langsung dibebani dengan materi pelajaran. Fokus utama MPLS membangun interaksi dan keakraban antar-siswa melalui kegiatan pembentukan kelompok dan pengenalan program sekolah.
"Proses awal belajar diawali program persiapan selama hampir tiga bulan ke depan," ujarnya.
Sekolah Rakyat yang untuk sementara berlokasi di kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur ini, menampung 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA. Mereka dibagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel 25 siswa.
Menyangkut kapasitas tenaga pendidik, ia menyatakan, saat ini sudah ada 12 guru yang telah berada di lokasi dan menempati asrama guru sejak 31 Juli 2025. Para guru ini berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Samarinda, dan Kutai Barat.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa jumlah tersebut belum sesuai kuota ideal. Untuk operasional penuh, sekolah membutuhkan total 17 guru, yang berarti masih terdapat kekurangan lima tenaga pendidik.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah telah menyiapkan beberapa skema. Untuk sementara, guru yang ada mengajarkan beberapa mata pelajaran yang dirasa mampu.
"Saat ini, rekrutmen guru tahap dua masih berlangsung, dan kecukupan akan diambil dari situ," kata Indra.
Bidang studi yang telah terisi meliputi PPKN, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, TIK (dengan dua guru yang fokus pada coding dan informatika umum), Bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mencakup Sejarah, Geografi, dan Sosiologi.
