Sebatik (Antara) - Tingkat kelulusan siswa peserta Ujian Nasional 2013 di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tetap diprediksi 100 persen meskipun mengalami berbagai kendala teknis.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Sebatik Utara, Supriono di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis, tetap yakin tingkat kelulusan siswa siswi peserta UN tahun 2013 tetap seperti 2012.
Walaupun dia mengakui, khususnya pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat yang baru dimulai Jumat (19/4) dengan naskah fotokopi ditambah terjadinya pertukaran mata pelajaran yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
"Kami tetap yakin tingkat kelulusan peserta UN untuk SMA sederajat tahun ini (2013) bisa mencapai 100 persen seperti tahun lalu (2012) begitu juga dengan peserta UN tingkat SMP sederajat," ujar dia.
Supriono menyebutkan, peserta UN untuk tingkat SMA di sub rayon 2 Pulau Sebatik yakni Sebatik, Sebatik Timur dan Sebatik Utara berjumlah 337 orang. Sedangkan peserta UN tingkat SMP seluruh Pulau Sebatik sebanyak 665 orang.
Untuk tingkat kelulusan peserta UN SMP sederajat di Pulau Sebatik pada 2012 mencapai 90 persen lebih sehingga pada 2013 ini tingkat kelulusan tetap seperti sebelumnya.
Hal yang sama disampaikan Yunus Ngey, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Krayan, Kamis.
Menurutnya, seluruh peserta UN tingkat SMA sedarajat maupun SMP sederajat diyakni lulus 100 persen.
Yunus mengatakan, untuk sub rayon Krayan dan Krayan Selatan yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia tidak menemukan kendala apa-apa dibandingkan dengan sub rayon lainnya di Kabupaten Nunukan.
Ia menambahkan, naskah soal dan lembar jawaban UN untuk tingkat SMA dan SMP di wilayah itu adalah asli.
"Saya yakin tingkat kelulusan peserta UN baik tingkat SMA sederajat maupun tingkat SMP atau sederajat lulus 100 persen," katanya melalui telepon.
Hanya saja dia mengatakan, jumlah peserta UN di sub rayon Krayan dan Krayan Selatan tidak diketahuinya secara pasti. (*)
