Sangatta (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur, Mahyunadi menyebutkan Koperasi Merah Putih (KMP) di daerahnya masih terkendala sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, dalam menjalankan koperasi.
“Saya sampaikan Koperasi Merah Putih kita sudah 100 persen clear, baik itu pembentukan pengurus maupun surat-suratnya,” katanya di Sangatta, Kamis.(17/7)
Ia memastikan KMP di tingkat desa sudah rampung secara administrasi dan tinggal menunggu sinergi dengan kebijakan dari pemerintah pusat.
Menurutnya ada 141 KMP di Kutai Timur saat ini tengah menunggu petunjuk teknis dalam menjalankan roda perekonomian di tingkat desa.
"Kami harap para pengurus KMP di setiap desa dapat benar-benar melakukan tugasnya dengan baik," ujarnya Mahyunadi.
Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Kutim Trisno, mengatakan, saat ini tahapan proses KMP, yakni melakukan pembekalan pengetahuan kepada seluruh pengurus KMP.
“Tahap berikutnya adalah pembekalan bagaimana mereka menyusun proposal bisnis, supaya koperasi ini bisa eksis dalam pembangunan desa,” katanya.
Dia menuturkan pembekalan atau pelatihan sumber daya manusia untuk pengurus KMP masih terkendala kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, peningkatan SDM sangat perlu untuk memastikan perjalanan KMP dapat lebih baik, sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Trisno mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mencari skema alternatif agar koperasi dapat langsung beroperasi dan tidak sekadar terbentuk secara administratif.
“Kita tahu salah satu poin dari efisiensi itu adalah kegiatan bimtek dikurangi. Jadi kita cari formulasi supaya koperasi bisa langsung kerja, bisa fight membangun kampungnya,” katanya.
Trisno menambahkan Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu titik peluncuran nasional program Koperasi Merah Putih dari 103 titik launching nasional, yang dilaksanakan pada 21 Juli mendatang.
