Sangatta (ANTARA) - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan program bursa tenaga kerja atau Job Fair merupakan salah satu solusi untuk menyerap tenaga kerja.
"Job Fair bukan sekedar formalitas, pemerintah memfasilitasi untuk para pencari kerja. Ini murni mencarikan lowongan pekerjaan untuk masyarakat," kata Kadisnakertrans Kutim Roma Malau, di Sangatta, Selasa.
Hal itu ia sampaikan menanggapi atau merespon adanya narasi publik yang beredar di media sosial yang menyebutkan agenda Job Fair hanya sekedar formalitas.
Roma menjelaskan Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2025 mengadakan kegiatan Job Fair sebanyak dua kali. Pertama telah berlangsung pada tanggal 9 Mei 2025 lalu yakni telah mempertemukan ratusan pencari kerja dengan pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Kemudian, Disnakertrans kembali merencanakan kegiatan Job Fair kedua pada bulan Oktober 2025 mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Timur.
Ia mengemukakan, khusus di Kabupaten Kutai Timur perusahaan yang mengikuti kegiatan tersebut tidak ada paksaan sama sekali. Bahkan pihaknya menyarankan jika memang perusahaan tidak memiliki lowongan kerja, untuk tidak mengikuti kegiatan Job Fair.
“Tidak ada paksaan sama sekali. Kami tidak pernah memaksa perusahaan. Kalau memang tidak membuka lowongan kerja, mereka tidak wajib ikut," tuturnya.
Menurutnya, kegiatan Job Fair di Kutim dilakukan secara transparan dan memiliki dasar serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ini pelayan masyarakat, maka setiap kegiatan harus ada hasilnya. Kalau ada yang mengatakan tidak ada bukti, kami siap tunjukkan data lengkapnya,” ujar Roma.
Roma menegaskan, kegiatan Job Fair merupakan bagian dari realisasi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi, yang menargetkan penyediaan 50.000 lapangan kerja.
