Balikpapan (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifah Fauzi memberikan apresiasi terhadap kinerja forum anak Kota Balikpapan.
"Saya tadi baru saja mendengarkan kegiatan forum anak di Kota Balikpapan ternyata sangat luar biasa," katanya di Balai Kota Balikpapan, Minggu (26/1).
Bahkan, forum anak di Kota Balikpapan katanya sudah menyentuh dari kelompok terkecil setiap bulan, mulai dari tingkat kelurahan maupun kecamatan.
"Mereka ada pertemuan setiap bulan, kemudian di tingkat kota juga ada pertemuan setiap tiga bulan," tutur Arifah.
Lanjutnya, mereka juga melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah, kemudian bersama dengan teman sebaya saling merangkul.
Menurut Arifah, hal Ini untuk menghindari kekerasan terhadap anak baik itu perundungan, intimidasi (bullying) dan lain sebagainya.
Untuk itu, ia meminta apa yang sudah bagus untuk lebih ditingkatkan lagi agar semakin baik kedepannya.
Arifah juga menyampaikan peran forum anak sudah menjangkau 34 provinsi, 486 kabupaten/kota, 3.073 kecamatan, dan 13.273 desa/kelurahan.
Struktur besar ini, menurutnya, menjadi peluang bagi anak-anak untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Menurutnya salah satu upaya konkret yang telah dilakukan adalah melalui unit Sahabat Konselor pada peran Fasilitator Forum Anak Nasional, yang berfokus pada pencegahan kasus kekerasan anak.
"Fungsi Sahabat Konselor ini harus lebih difokuskan. Ketika ada tanda-tanda anak yang terlihat berbeda atau bermasalah, teman-teman bisa mendekatinya, mendengarkan, dan membantu mereka. Forum Anak Nasional juga bisa memanfaatkan call center SAPA 129 sebagai jalur pelaporan,” ucapnya.
Selain itu, Arifah memperkenalkan program prioritas Kementerian PPPA, yakni Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Program tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai dengan menyediakan ruang bermain berbasis kearifan lokal di tingkat desa.
"Permainan tradisional yang berbasis budaya lokal bisa menjadi solusi untuk menggantikan kebiasaan anak-anak yang sering bermain gawai," katanya.
Sementara itu Ketua forum anak Balikpapan, Sherza Fathin menambahkan Menteri PPPA memberikan masukan sejumlah poin.
"Salah satunya memaksimalkan cal 129," sebutnya.
Sherza menjelaskan cal 129 tersebut digunakan sebagai pusat laporan bila terjadi kekerasan atau eksploitasi anak.
"Serta tadi ibu meminta kami agar lebih menyadari lagi terkait kasus kekerasan terhadap anak," ujar dia.