• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Jumat, 16 Januari 2026
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya

      KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya

      Rabu, 14 Januari 2026 14:07

      Menkeu evaluasi pegawai pajak, dari rotasi hingga dirumahkan jadi opsi

      Menkeu evaluasi pegawai pajak, dari rotasi hingga dirumahkan jadi opsi

      Rabu, 14 Januari 2026 10:48

      Komisi II:  Kunjungan Presiden Prabowo  ke IKN merupakan pesan politik

      Komisi II: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN merupakan pesan politik

      Selasa, 13 Januari 2026 14:45

      Prabowo terkesan istilah "Pertamina Wira" tunjukkan semangat kesatria

      Prabowo terkesan istilah "Pertamina Wira" tunjukkan semangat kesatria

      Senin, 12 Januari 2026 20:51

      Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

      Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

      Senin, 12 Januari 2026 20:14

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      Penajam perkuat penagihan pajak kendaraan bermotor dengan tim khusus

      Penajam perkuat penagihan pajak kendaraan bermotor dengan tim khusus

      Kamis, 15 Januari 2026 10:58

      Kabupaten Penajam terapkan pelayanan publik digital selaras konsep IKN

      Kabupaten Penajam terapkan pelayanan publik digital selaras konsep IKN

      Kamis, 15 Januari 2026 10:55

      Kabupaten Penajam manfaatkan pamsimas layani air bersih warga

      Kabupaten Penajam manfaatkan pamsimas layani air bersih warga

      Rabu, 14 Januari 2026 14:10

      Kabupaten Penajam mulai bangun gerai dan gudang Koperasi Merah Putih

      Kabupaten Penajam mulai bangun gerai dan gudang Koperasi Merah Putih

      Rabu, 14 Januari 2026 13:22

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Selasa, 23 Desember 2025 13:22

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Sabtu, 6 Desember 2025 6:59

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Jumat, 31 Oktober 2025 16:20

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Selasa, 28 Oktober 2025 13:32

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Sabtu, 13 Desember 2025 13:33

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 19:24

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 10:18

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Rabu, 3 Desember 2025 12:00

      Pemprov Kaltim siapkan pembangunan tiga Sekolah Rakyat permanen

      Pemprov Kaltim siapkan pembangunan tiga Sekolah Rakyat permanen

      Kamis, 15 Januari 2026 20:26

      Kaltim kawal penutupan lubang tambang di jalur Samarinda-Kukar

      Kaltim kawal penutupan lubang tambang di jalur Samarinda-Kukar

      Kamis, 15 Januari 2026 16:39

      BKD Kaltim tuntaskan pengangkatan 6.942 PPPK

      BKD Kaltim tuntaskan pengangkatan 6.942 PPPK

      Kamis, 15 Januari 2026 16:10

      DPK Kaltim bina perpustakaan desa jadi pusat pemberdayaan social

      DPK Kaltim bina perpustakaan desa jadi pusat pemberdayaan social

      Kamis, 15 Januari 2026 15:48

      BMKG: Waspada pasang laut 2,7-2,9 meter di pesisir Kaltim 19-20 Januari

      BMKG: Waspada pasang laut 2,7-2,9 meter di pesisir Kaltim 19-20 Januari

      Kamis, 15 Januari 2026 10:53

      Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

      Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

      Senin, 12 Januari 2026 20:46

      BMKG: Waspada hujan di Kaltim utara dan barat pada 11-20 Januari

      BMKG: Waspada hujan di Kaltim utara dan barat pada 11-20 Januari

      Senin, 12 Januari 2026 10:40

      BMKG ajak warga Kaltim waspadai dampak puncak musim hujan Januari

      BMKG ajak warga Kaltim waspadai dampak puncak musim hujan Januari

      Jumat, 9 Januari 2026 10:31

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Berau poles wisata Labuan Cermin secara alami pikat pengunjung

      Berau poles wisata Labuan Cermin secara alami pikat pengunjung

      Kamis, 15 Januari 2026 20:30

      ASUS Resmikan ASUS Exclusive Store Pertama di Kalimantan, Hadir di Big Mall Samarinda

      ASUS Resmikan ASUS Exclusive Store Pertama di Kalimantan, Hadir di Big Mall Samarinda

      Kamis, 15 Januari 2026 18:53

      Dispar Kaltim kembangkan kota kreatif cetak ekraf unggul

      Dispar Kaltim kembangkan kota kreatif cetak ekraf unggul

      Kamis, 15 Januari 2026 15:44

      Investasi masuk Kaltim berhasil serap 50.706 tenaga kerja

      Investasi masuk Kaltim berhasil serap 50.706 tenaga kerja

      Kamis, 15 Januari 2026 15:41

      Penajam optimistis Bandara Internasional Nusantara tumbuhkan ekonomi

      Penajam optimistis Bandara Internasional Nusantara tumbuhkan ekonomi

      Rabu, 14 Januari 2026 14:01

  • Olahraga
    • Alasan penunjukan Michael Carrick jadi pelatih Manchester United

      Alasan penunjukan Michael Carrick jadi pelatih Manchester United

      Kamis, 15 Januari 2026 16:43

      Patel dan Mussa berbagi ring rebut gelar WBA Asia Gold yang kosong

      Patel dan Mussa berbagi ring rebut gelar WBA Asia Gold yang kosong

      Kamis, 15 Januari 2026 16:41

      Persiba tunjuk Leo Tupamahu sebagai pelatih gantikan Nasuha

      Persiba tunjuk Leo Tupamahu sebagai pelatih gantikan Nasuha

      Rabu, 14 Januari 2026 21:16

      Persiba kalah beruntun, manajemen akhiri kontrak pelatih Nasuha

      Persiba kalah beruntun, manajemen akhiri kontrak pelatih Nasuha

      Rabu, 14 Januari 2026 16:16

      Orado Kaltim pacu profesionalisme domino dukung industri olahraga

      Orado Kaltim pacu profesionalisme domino dukung industri olahraga

      Jumat, 9 Januari 2026 12:40

  • Umum
    • BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      Minggu, 4 Januari 2026 7:21

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Minggu, 4 Januari 2026 7:20

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Minggu, 4 Januari 2026 7:18

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Minggu, 4 Januari 2026 7:17

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:46

  • IKN
    • Otorita IKN kolaborasi Pertamina hadirkan ekosistem energi bersih

      Otorita IKN kolaborasi Pertamina hadirkan ekosistem energi bersih

      Senin, 12 Januari 2026 11:10

      Menag pantau persiapan Masjid Negara di IKN untuk sambut Ramadhan

      Menag pantau persiapan Masjid Negara di IKN untuk sambut Ramadhan

      Senin, 12 Januari 2026 10:38

      Otorita kembangkan berbagi sektor aktivitas ekonomi-lapangan kerja IKN

      Otorita kembangkan berbagi sektor aktivitas ekonomi-lapangan kerja IKN

      Minggu, 11 Januari 2026 14:07

      OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

      OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

      Minggu, 11 Januari 2026 11:21

      Menengok kepahlawanan Aji Galeng dari lorong sejarah Nusantara

      Menengok kepahlawanan Aji Galeng dari lorong sejarah Nusantara

      Minggu, 11 Januari 2026 11:19

  • Foto
  • Video
    • Presiden tegur posisi duduk Sultan, Pemprov & Sultan Kutai klarifikasi

      Presiden tegur posisi duduk Sultan, Pemprov & Sultan Kutai klarifikasi

      Jumat, 16 Januari 2026 1:13

      Kaltim upayakan legalitas feri sungai sebagai pelayaran rakyat

      Kaltim upayakan legalitas feri sungai sebagai pelayaran rakyat

      Kamis, 15 Januari 2026 18:15

      Stop bantuan tunai, Pemprov Kaltim beri latihan wirausaha bagi difabel

      Stop bantuan tunai, Pemprov Kaltim beri latihan wirausaha bagi difabel

      Kamis, 15 Januari 2026 12:57

      Banjir rendam 18 desa di Kukar, jalur transportasi darat terputus

      Banjir rendam 18 desa di Kukar, jalur transportasi darat terputus

      Rabu, 14 Januari 2026 22:28

      Prabowo resmikan RDMP Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia

      Prabowo resmikan RDMP Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia

      Senin, 12 Januari 2026 22:20

Hutan Wehea, warisan alam yang terus dijaga kelestariannya

Oleh Ahmad Rifandi Minggu, 16 Juni 2024 11:09 WIB

Hutan Wehea, warisan alam yang  terus dijaga kelestariannya

Yuliana Wetuq (kiri), motor penggerak komunitas adat penjaga dan pelindung hutan Wehea, Kalimantan Timur. (Antara Kaltim/HO-Dokumentasi pribadi)

Kami juga mengajak masyarakat dan para pemuda, agar mereka mengerti bagaimana kami menjaga hutan dan apa saja yang harus dilindungi

Kutai Timur (ANTARA) -

Di pedalaman Kalimantan Timur, terbentang hutan tropis yang masih asri, yakni hutan Wehea. Hutan ini bukan hanya rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang tergolong langka, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat adat Dayak Wehea dalam menjaga kelestarian alam.
Komunitas adat Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur, tidak hanya bertanggung jawab menjaga hutan, tetapi juga berusaha menyadarkan generasi muda tentang pentingnya hutan melalui edukasi.
Yuliana Wetuq, Koordinator Kelompok Penjaga Hutan Wehea, dengan penuh semangat menceritakan upaya mereka dalam melestarikan hutan ini.
Di sekitar hutan Wehea, terdapat beberapa sekolah yang telah mendapatkan edukasi tentang pelestarian hutan, termasuk sekolah-sekolah negeri, dan swasta. Mereka diajarkan untuk menghargai dan melindungi hutan yang merupakan warisan leluhur dan sumber kehidupan.
Masyarakat adat di Desa Nehas Liah Bing memiliki cara tersendiri dalam menjaga hutan. Selain edukasi, mereka juga mengadakan program-program yang menarik wisatawan untuk melihat keindahan dan keunikan hutan Wehea.
"Kami juga mengajak masyarakat dan para pemuda, agar mereka mengerti bagaimana kami menjaga hutan dan apa saja yang harus dilindungi," tutur Yuliana.
Salah satu kekayaan hutan Wehea adalah tanaman obat-obatan yang merupakan ramuan turun-temurun. Masyarakat adat telah lama menggunakan apotek hidup untuk mengobati berbagai penyakit, baik yang ada di hutan maupun di kampung.
Upaya pelestarian ini telah berjalan lama sejak 2004, karena hutan Wehea adalah hutan adat yang dijaga turun-temurun.
Asa Yuliana, jika hutan Wehea diakui sebagai hutan adat, maka pelestarian akan lebih terjamin. Masyarakat adat memiliki ritual yang tidak bisa dipisahkan dari hutan, seperti penggunaan kayu tertentu yang hanya bisa ditemukan di hutan Wehea. Ritual tersebut dirangkai dalam pesta adat Lom Plai yang digelar setahun sekali.
Hubungan antara masyarakat adat dan hutan Wehea adalah hubungan simbiosis yang tidak bisa diputus.
Hingga saat ini, hutan Wehea terbebas dari kontaminasi industri, seperti sawit, hutan tanaman industri atau eksplorasi lainnya. Keberadaan hutan ini sangat penting untuk menjaga sumber air bersih dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, patroli rutin dilakukan untuk menjaga hutan dari ancaman.
Di hutan Wehea, terdapat hewan endemik dan pohon-pohon besar yang dominan, yang menjadi simbol kekuatan dan kelestarian hutan. Harapan Yuliana dan masyarakat adat kepada pemerintah adalah agar hutan Wehea terus terjaga dan didukung sepenuhnya, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.
Yuliana menaruh harapan besar atas dukungan pemerintah terhadap kelompok penjaga hutan. Sebagai pengelola hutan, ingin agar ada perhatian lebih. Kelompok penjaga diberi perhatian besar oleh para pemangku kepentingan.
Bentang hutan Wehea
Terletak di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Hutan Lindung Wehea bagaikan permadani hijau raksasa yang membentang seluas 38.000 hektare.
Bentang alam hutan Wehea di Kabupaten Kutai Timur, Kaltimantan Timur. (ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi)

Lebih dari sekadar hamparan pepohonan yang rindang, Wehea adalah rumah bagi keanekaragaman hayati, menjadi habitat bagi 61 spesies mamalia, termasuk orang utan, 114 jenis burung, dan 59 jenis pohon bernilai ekonomi.
Keindahan dan kekayaan alamnya tak hanya memesona, tetapi juga menyimpan fungsi hidrologis penting sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Wehea dan Long Gi di Kabupaten Berau.
Masyarakat Adat Dayak Wehea, melalui Lembaga Adat Dayak Wehea, memainkan peran sentral dalam menjaga dan melestarikan hutan ini.
Dedikasi mereka tak sia-sia. Kepedulian Dayak Wehea terhadap Wehea diakui secara luas, terbukti dengan penghargaan Kalpataru tahun 2009. Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal Dayak Wehea dalam mengelola hutan patut diapresiasi.
Menjaga kelestarian alam Wehea berarti juga memelihara potensi besar dari kawasan tersebut. Hutan ini menjadi rumah bagi spesies langka seperti orang utan, macan dahan, lutung dahi putih, burung enggang, burung umbai, dan beruang madu. Kekayaan flora Wehea pun juga sangat beragam. Tidak kurang dari 120 jenis tumbuhan hidup di tempat ini, dan dari jumlag itu terdapat 64 tumbuhan yang memiliki nilai etnobotani (tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat) dan 59 jenis pakan orang utan.
Warisan Wehea-Kelay
Hutan Wehea merupakan bagian bentang alam Wehea-Kelay, gabungan hamparan hutan dari Kabupaten Kutai Timur dan Berau, Kaltim. Menurut buku Warisan Alam Wehea-Kelay, sebuah kajian yang diterbitkan pada tahun 2018 oleh Pokja Kawasan Ekonomi Esensial Wehea Kelay, kawasan ini memiliki nilai konservasi khusus dan memerlukan pengelolaan yang partisipatif dan kolaboratif.
Dengan luas mencapai 532.143 hektare, bentang alam Wehea-Kelay didominasi oleh hutan yang mencakup 87 persen dari total area, sementara sisanya merupakan area nonhutan. Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk flora, fauna, dan nilai sosial budaya masyarakat setempat yang masih terjaga dengan baik.
Salah satu inisiatif penting yang telah dilakukan adalah pembentukan Forum Pengelolaan KEE Wehea-Kelay, yang diresmikan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 660.1/K.214/2016. Forum ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai unit manajemen, termasuk hutan lindung, areal konsesi IUPHHK, dan perkebunan kelapa sawit, untuk memastikan pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya orang utan Kalimantan.
Komposisi vegetasi di kawasan ini mencakup setidaknya 346 spesies, dengan 53 di antaranya tergolong dalam kategori kritis, genting, dan rentan menurut IUCN Red List. Mayoritas spesies yang terancam berasal dari famili Dipterocarpaceae.
Fauna di bentang alam Wehea-Kelay juga sangat beragam, dengan dokumentasi sekitar 77 spesies mamalia, 271 spesies burung, dan 117 spesies herpetofauna. Orang utan Kalimantan subspesies morio dan macan dahan merupakan dua spesies kunci yang hidup di kawasan ini.
Populasi orangutan kalimantan di Wehea-Kelay diperkirakan berkisar antara 806 hingga 821 individu, yang mencerminkan sekitar 26 persen dari populasi orang utan di Kalimantan Timur. Mereka tersebar di seluruh unit manajemen yang tergabung dalam forum.
Ancaman kehilangan habitat orang utan semakin meningkat, menjadikan bentang alam Wehea-Kelay sebagai koridor habitat utama bagi spesies ini. Dengan adanya 227 spesies tumbuhan pakan yang telah teridentifikasi, dengan dominasi famili Euphorbiaceae dan Moraceae, kawasan ini memainkan peran penting dalam pelestarian orang utan Kalimantan.
Upaya konservasi di bentang alam Wehea-Kelay ini tidak hanya penting bagi keberlangsungan hidup orang utan Kalimantan tetapi juga bagi keanekaragaman hayati secara keseluruhan. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, harapan untuk menjaga warisan alam Kalimantan ini tetap lestari terus berkembang.
Petkuq Mehuey
Di tengah rimbunnya hutan lindung Wehea, Kalimantan Timur, terdapat sebuah komunitas yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kelestarian alam dan budaya mereka. Yuliana Wetuq, seorang perempuan berusia 45 tahun dari Desa Nehas Liah Bing, menjadi salah satu motor penggerak komunitas ini.
Yuliana bukan hanya seorang ibu dari empat anak, dia juga merupakan koordinator kelompok penjaga Hutan Lindung Wehea, yang dikenal sebagai Petkuq Mehuey. Dalam bahasa Dayak Wehea, Petkuq Mehuey berarti kelompok penjaga hutan.
Kelompok ini terdiri atas sekelompok pemuda-pemudi yang bertugas menjaga hutan dari penebang liar, penambang liar, dan mengumpulkan data flora dan fauna.
Hutan Lindung Wehea bukan hanya rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, tapi juga menjadi sumber kehidupan dan budaya bagi masyarakat Dayak Wehea. Hilangnya hutan berarti hilangnya tradisi dan upacara adat penting mereka.
Yuliana dan Petkuq Mehuey tidak hanya menjaga hutan, tapi juga menjaga budaya Wehea. Mereka mendampingi wisatawan yang datang dan mengenalkan budaya Dayak Wehea kepada mereka.
Yuliana menjadi salah satu dari tiga perempuan yang turut serta dalam kegiatan Petkuq Mehuey dan memegang peranan vital dalam operasional kelompok. Dia mengoordinasikan pembagian jadwal tim patroli, memastikan kebutuhan logistik terpenuhi, dan mengatur jadwal wisatawan yang berkunjung.
Dedikasi Yuliana dan Petkuq Mehuey patut dipresiasi. Mereka menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam dan budaya.
Yuliana berharap langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan Wehea lainnya untuk terlibat dalam melestarikan adat dan alam Wehea. Dia ingin hutan ini terjaga sampai anak-cucunya nanti.
Cerita Yuliana dan Petkuq Mehuey adalah sebuah pengingat bahwa kelestarian alam dan budaya saling terkait erat. Menjaga hutan berarti menjaga budaya, dan sebaliknya. Dengan dedikasi dan semangat mereka, Yuliana dan Petkuq Mehuey menunjukkan bahwa masa depan Wehea yang sejahtera dan lestari adalah mungkin.
Kisah Wehea adalah bukti nyata bahwa kelestarian alam dapat terwujud melalui sinergi antara manusia dan alam. Kearifan lokal Dayak Wehea dalam mengelola hutan menjadi inspirasi bagi pengelolaan hutan di masa depan, menunjukkan bahwa manusia dan alam dapat hidup berdampingan secara harmonis dan saling menguntungkan.
Hutan Lindung Wehea adalah sebuah oase di tengah hiruk pikuk modernisasi, menjadi pengingat bagi semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Di balik lebatnya pepohonan, Wehea menyimpan pesan mendalam tentang tanggung jawab manusia untuk melestarikan warisan alam yang tak ternilai harganya.
Menanti pengakuan
Suku Dayak Wehea di Kutai Timur, Kalimantan Timur, kembali menyuarakan untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan sebagai Masyarakat Hukum Adat (MHA). Melalui penyelenggaraan ritual adat dan budaya Lom Plai pada April lalu, mereka berharap pemerintah dapat mempercepat proses pengakuan MHA yang telah lama dinanti-nantikan.
Pesta adat Lom Plai secara rutin setiap tahun menjadi simbol perjuangan Suku Dayak Wehea untuk mendapatkan hak-hak mereka.
"Kami ingin mendapat pengakuan dan perlindungan dari pemerintah. Agar kami dan penerus masyarakat Wehea mendapat kepastian hukum dari pemerintah," ujar Kepala Adat Suku Dayak Wehea, Ledjie Taq.

Harapan pengakuan MHA ini bukan tanpa alasan. Masyarakat Dayak Wehea yang tersebar di enam desa di Kecamatan Muara Wahau, yaitu Desa Nehas Liah Bing, Long Wehea, Diaq Leway, Dea Beq, Diaq Lay, dan Bea Nehas, merasa terancam oleh kerusakan lingkungan akibat penebangan liar dan pembukaan lahan oleh perusahaan yang mengancam hutan lindung Wehea.
Melalui pengakuan MHA, mereka berharap mendapatkan hak untuk melindungi wilayah adat mereka dan melestarikan budaya mereka.
Selain pengakuan MHA, Ledjie Taq juga menyampaikan beberapa permohonan lain, seperti insentif dan operasional untuk pengurus lembaga adat, penyediaan satu unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan bantuan pendidikan bagi generasi penerus suku Dayak Wehea.
"Kami mohon bapak Pj Gubernur dan Bupati untuk memberikan rekomendasi, memberikan perlakuan khusus kepada putra-putri kami melalui beasiswa sampai menyelesaikan pendidikannya," pintanya.
Permohonan-permohonan ini diserahkan langsung kepada Pj Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Kutai Timur dengan harapan agar dapat segera diwujudkan.
Asa pemangku adat, dengan adanya perhatian dari pemerintah, suara mereka dapat didengar dan diakomodasi, sehingga ke depan mereka dapat hidup dengan tenang dan sejahtera di tanah leluhur.

Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Napas panjang Yuliana Wetuq dan tujuh penjaga terakhir Hutan Wehea

Napas panjang Yuliana Wetuq dan tujuh penjaga terakhir Hutan Wehea

30 Desember 2025 22:33

Hutan adat Wehea di Kutim perlu perhatian pemerintah

Hutan adat Wehea di Kutim perlu perhatian pemerintah

29 September 2025 13:35

Yuliana Wetuq sosok perempuan penjaga hutan lindung Wehea

Yuliana Wetuq sosok perempuan penjaga hutan lindung Wehea

29 April 2025 14:09

Masyarakat Adat Wehea Kaltim  berkomitmen jaga hutan lindung

Masyarakat Adat Wehea Kaltim berkomitmen jaga hutan lindung

1 Agustus 2024 21:06

DPMPD Kaltim optimistis penjaga hutan mandiri dari  budi daya lebah

DPMPD Kaltim optimistis penjaga hutan mandiri dari budi daya lebah

22 Februari 2024 06:49

Penjaga hutan di Kaltim ikuti bimtek ketahanan pangan

Penjaga hutan di Kaltim ikuti bimtek ketahanan pangan

16 Februari 2024 18:16

Hutan Wehea-Kelay simpan potensi untuk pengembangan obat modern

Hutan Wehea-Kelay simpan potensi untuk pengembangan obat modern

23 Juni 2023 20:48

Pengelolaan hutan lestari Kaltim naikkan kepadatan  orang utan

Pengelolaan hutan lestari Kaltim naikkan kepadatan orang utan

2 Maret 2023 20:27

Terpopuler

Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

Dinsos Kaltim siagakan ribuan logistik tangani banjir di Tabang

Dinsos Kaltim siagakan ribuan logistik tangani banjir di Tabang

BBPJN Kaltim percepat perbaikan jalan Tol IKN yang rusak

BBPJN Kaltim percepat perbaikan jalan Tol IKN yang rusak

Dinas ESDM Kaltim jaga kepatuhan kerja perusahaan tambang

Dinas ESDM Kaltim jaga kepatuhan kerja perusahaan tambang

Komisi II:  Kunjungan Presiden Prabowo  ke IKN merupakan pesan politik

Komisi II: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN merupakan pesan politik

Top News

  • Berau poles wisata Labuan Cermin secara alami pikat pengunjung

    Berau poles wisata Labuan Cermin secara alami pikat pengunjung

    7 jam lalu

  • ASUS Resmikan ASUS Exclusive Store Pertama di Kalimantan, Hadir di Big Mall Samarinda

    ASUS Resmikan ASUS Exclusive Store Pertama di Kalimantan, Hadir di Big Mall Samarinda

    9 jam lalu

  • Kaltim kawal penutupan lubang tambang di jalur Samarinda-Kukar

    Kaltim kawal penutupan lubang tambang di jalur Samarinda-Kukar

    11 jam lalu

  • Dispar Kaltim kembangkan kota kreatif cetak ekraf unggul

    Dispar Kaltim kembangkan kota kreatif cetak ekraf unggul

    12 jam lalu

  • Pemkab Berau promosikan Jembatan Kelomang Jadi daya tarik wisata

    Pemkab Berau promosikan Jembatan Kelomang Jadi daya tarik wisata

    17 jam lalu

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA