Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Pasokan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Samarinda, Kalimantan Timur, selama Ramadhan hingga H-2 Idul Fitri mencapai 2.180 ekor atau sekitar 153 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda, Samsul Bachri, Jumat menyatakan, ketersediaan stok daging dan ikan menjelang hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah mencukupi.

"Apalagi, sejak beberapa hari terakhir hingga H-1, dilakukan pemotongan 100 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging menjelang lebaran. Jadi, kami menjamin ketersediaan stok daging di Samarinda menjelang Idul Fitri aman apalagi ketersediaan stok daging beku saat ini mencapai 40 ton," ungkap Samsul Bachri.

Jika dirata-ratakan dengan jumlah permintaan dengan ketersediaan stok tersebut kata dia, kebutuhan daging sapi masyarakat Kota Samarinda menjelang perayaan Idul Fitri bisa terpenuhi.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda lanjut dia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kehabisan stok, karena persediaan cukup memadai.

Demikian pula terhadap stok daging ayam broiler kata Samsul Bachri berdasarkan informasi dari perhimpunan peternak ayam ras di Samarinda, stok jual menjelang Idul Fitri mencapai kurang lebih 62.875 ekor per hari.

"Kalaupun terjadi kenaikan harga, hal itu hanya disebabkan karena meningkatnya permintaan tetapi bukan stok kurang," kata Samsul Bachri.

Berdasarkan pantauan, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional pada H-7 Idul Fitri Rp85.000 dan pada H-2 naik menjadi Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Sementara, harga ayam yang semula Rp.14.000 per kilogram naik menjadi Rp19.000 per kilogram.

Namun dia mengakui stok ikan menjelang Idul Fitri menurun dan berimbas pada kenaikan harga.

"Kenaikan harga itu disebabkan minimnya pasokan akibat cuaca sehingga berpengaruh terhadap hasil tangkap ikan. Pada kondisi cuaca normal, biasanya ada tiga hingga lima kapal dengan kapasitas 10 ton per kapal masuk ke Tempat Pelelangan Ikan, bahkan pada puncak penangkapan bisa mencapai 10 kapal per hari," katanya.

"Namun dalam kondisi angin selatan seperti ini jumlahnya berkurang hingga dua atau tiga kapal saja, sehingga tidak heran harga ikan di pasar ada mengalami kenaikan hingga 40 persen karena hal ini memang disebabkan berkurangnya ketersediaan," ungkap Syamsul Bachri. 

Pewarta: Amirullah
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026