Samarinda (ANTARA) - Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian menyerahkan kado istimewa untuk dua kabupaten/kota di provinsi ini yang sama-sama merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20, yakni penyerahan berupa bantuan untuk 22 sekolah sebagai aspirasi pendidikan.
"Dua daerah di Provinsi Kaltim yang sekarang merayakan HUT ke-20 itu adalah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kota Bontang, ada 22 sekolah di dua daerah itu yang aspirasinya kita realisasikan tahun ini," ujar Hetifah dihubungi dari Samarinda, Jumat malam.
Bantuan untuk 22 sekolah di Kutim dan Bontang berupa perlengkapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Rehab Ruang Kelas, usaha kesehatan sekolah (UKS), dan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS).
Selain itu, lanjutnya, untuk siswa juga ada beasiswa dari Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 652 siswa tidak mampu. Ia mengimbau beasiswa PIP ini digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan siswa seperti untuk membeli seragam sekolah, sepatu, buku, tas, dan membayar uang sekolah.
Hetifah yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidangi pendidikan ini, mengatakan bahwa sesuai dengan hasil reses ke sejumlah lokasi pendidikan di Kutim dan Bontang, menemukan beberapa kekurangan dan menerima banyak aspirasi, diantaranya yang saat ini sedang direalisasikan.
"Saya mengucapkan Dirgahayu untuk Kabupaten Kutim dan Kota Bontang, semoga ke depan semakin maju dan bisa mandiri. Selanjutnya, sampai saat ini kami masih prihatin dengan kondisi sekolah yang masih minim fasilitas dan kondisi lainnya, tapi Alhamdulillah untuk tahun ini ada beberapa sekolah yang dibantu oleh pemerintah pusat," tuturnya.
Ia juga mengaku akan selalu berkomitmen dan bersinergi dengan dinas setempat untuk memajukan pendidikan di Kutim, Bontang, dan seluruh wilayah di Kaltim, mengingat secara umum masih ada beberapa sekolah di Kaltim yang kekurangan ruang kelas, sekolah yang perlu perbaikan.
Selain itu, lanjut politisi Partai Golkar ini, di Kaltim juga masih banyak yang belum memiliki fasilitas sebagai pendukung proses belajar mengajar, terutama di kawasan perbatasan dan daerah terpencil, seperti ketika ia berkunjung ke Kabupaten Mahakam Ulu, kawasan yang berbatasan dengan Serawak, negara bagian Malaysia.