Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Garuda Indonesia akan menambah lagi satu penerbangan rute Balikpapan-Surabaya mulai April 2012, yang selama ini hanya satu kali menjadi dua kali dalam sehari.
"Kami masih mencari pesawat untuk mengisi rute tersebut," kata Setya Budhi, General Manager Garuda Indonesia untuk Kalimantan Timur di Balikpapan, Senin.
Budhi ditemui dalam acara penyerahan santunan asuransi dari PT Jasa Indonesia kepada dua keluarga dua jamaah haji yang meninggal di pesawat Garuda dalam perjalanan Jeddah-Balikpapan pada musim haji lalu. Masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp100 juta.
Saat ini Garuda terbang ke Surabaya dari Balikpapan sekali setiap hari dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 berkapasitas 162 tempat duduk. Dari Balikpapan, penerbangan dimulai pukul 09.35 Wita dan tiba di Surabaya pukul 10.10 WIB.
Rencananya, pesawat akan kembali terbang ke Balikpapan dari Surabaya pukul 10.45 WIB dan tiba di Balikpapan pukul 13.10 Wita. Return trip ini akan mulai dioperasikan Garuda pada 16 April 2011. Penerbangan kedua ini rencananya akan mengisi jadwal sore hari.
"Sebenarnya sudah dari awal direncanakan bahwa rute Balikpapan-Surabaya ini diisi dengan dua penerbangan, namun karena kami masih kesulitan mencari pesawat maka baru satu yang bisa jalan," ujar Budhi.
Budhi menyebutkna bahwa selama ini rute ini termasuk rute yang gemuk, yang tingkat keterisian kursi selalu mencapai minimal 82 persen. Karena itu, Lion Air bahkan lebih serius menggarap rute ini dengan memiliki 6 jadwal mulai dari pukul 06.45 pagi Wita hingga pukul 20.00 Wita. Penerbangan ke Surabaya dari Balikpapan juga dilayani Sriwijaya Air dan Batavia Air.
Selain rute Balikpapan-Surabaya, Garuda juga berencana membuka rute Surabaya-Bandung. Rute ini bahkan sudah siap dan akan mulai diterbangi pada 10 Februari ini. Kemudian pada bulan Juni Garuda membuka rute Balikpapan-Yogyakarta.
Menurut Budhi pada kesempatan terpisah, seiring ekspansi rute dan penambahan frekuensi penerbangan ini, Garuda membidik pertumbuhan trafik penumpang sekitar 18-20 persen di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Load factor atau tingkat keterisian pesawat mencapai 82 persen di rute-rute ini.
Mulai Juni tahun lalu, Garuda sudah melakukan ekspansi di KTI dan menjadikan Makassar sebagai hub penerbangan. Garuda membuka sembilan rute domestik baru dan menghubungkan 13 kota di KTI seperti Palu, Kendari, Ambon, Timika, dan Sorong, dari Sulawesi dan lainnya. "Kami memang buka kembali rute-rute potensial," ujar Budhi. (*)
