Siaran pers BKKBN Provinsi Kaltim yang diterima ANTARA di Samarinda, menyebutkan, salah seorang PLKB di Kota Tarakan, Kaltim, Ani Nurjanah SKM, mewakili teman-temannya saat berdialog langsung dengan Kepala BKKBN Pusat, Dr Sugiri Syarif, menyampaikan kesulitan para PLKB di Kota Tarakan yakni belum tersedianya fasilitas penunjang seperti kendaraan, laptop dan tunjangan kesehatan bagi para PLKB.
Ia mengatakan kesulitan lainnya adalah letak geografis antara kecamatan, desa/kelurahan dengan daerah perkotaan cukup jauh sehingga sulit dalam mendapatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat setempat.
Adapun daerah yang sulit dijangkau di antaranya di daerah Juata Laut, Amal, Mamburungan, Karungan dan Tanjung Pasir.
Menurut dia, beberapa daerah yang sangat jauh dari daerah perkotaan sulit untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan.
Dia mengharapkan pemerintah melalui BKKBN dapat membentu fasilitas pendukung seperti kendaraan, laptop, bidan serta fasilitas pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
Ani Nurjanah juga mengakui bahwa selama menjadi PLKB belum pernah mendapatkan Latihan dasar Umum (LDU) PLKB atau pelatihan lainnya, baik dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tarakan maupun Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim.
"Jika kami mendapatkan pelatihan maka akan menambah wawasan, ketarampilan dan pengetahuan, sehingga lebih mudah menyampaikan program-program KB kepada masyarakat," katanya.
Menanggapi keluhan dari PLKB Tarakan tersebut Kepala BKKBN Sugiri Syarief meminta kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim untuk menggelar LDU untuk PLKB kabupaten/kota yang belum pernah mendapatkan pelatihan.
Selain itu, katanya, mengupayakan memenuhi kebutuhan para PLKB di daerah dengan memberikan bantuan berupa kendaraan, Laptop dan fasilitas penunjang lainnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Jufri Yasin, mengatakan akan menindaklanjuti dan mengadakan pelatihan bagi PLKB Kabupaten/kota. Sebenarnya sudah beberapa kali dilaksanakan, namun karena keterbatasan maka ada sebagian yang belum mengikutinya.
Namun untuk pelatihan dasar umum tersebut akan ditindaklanjuti dan terus dilaksanakan. Sedangkan untuk kendaraan operasional sebenarnya telah diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) hal itu tergantung pusat.
Juffri Yasin berharap, pada 2012 BKKBN Provinsi Kaltim lebih banyak mendapat kesempatan untuk melatih mitra kerja bukan hanya PLKB tetapi juga para dokter dan bidan. (*)
Pewarta: RahmadEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026