Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menjadi agen perubahan dalam upaya percepatan pengentasan stunting di deliniasi wilayah IKN.
"Melalui rangkaian monitoring, edukasi, dan praktik olah pangan, Otorita IKN memperkuat warga lokal menjadi agen perubahan mempercepat penurunan stunting," ujar Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN Setia Lenggono ketika ditanya mengenai transformasi ketahanan pangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kamis.
"Otorita IKM mendorong transformasi ketahanan pangan di Kecamatan Sepaku sebagai agen perubahan penurunan stunting," tambahnya.
Upaya tersebut diharapkan menjadi model bagi wilayah lain di IKN membangun keluarga sehat dan berketahanan pangan, dan yang dilakukan di Kecamatan Sepaku adalah monitoring, evaluasi dan praktik olah ikan hasil budi daya akuaponik.
Berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok budi daya ikan dan nelayan, hingga dasawisma dilibatkan untuk berperan aktif menyampaikan catatan lapangan dan tantangan yang dihadapi.
Masyarakat Kecamatan Sepaku yang telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan akuaponik diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus pendamping lapangan bagi keluarga dengan anak stunting.
"Langkah itu menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan stunting di wilayah IKN," jelasnya.
Direktorat Ketahanan Pangan kolaborasi dengan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat, lanjut dia, menyusun strategi praktis untuk mengatasi permasalahan stunting dengan melibatkan peran serta aktif dari ibu-ibu anggota KWT.
Keterlibatan para petani, khususnya ibu-ibu KWT dalam berbagai kegiatan pelatihan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, kata Setia Lenggono lagi, bakal lahir penyuluh mandiri atau swadaya dari kalangan KWT ke depan.
Pembekalan kepada masyarakat sangat penting, timpal perwakilan Pemerintah Kecamatan Sepaku Ahmad Zaenuddin,
untuk menyampaikan masukan selama program percepatan pengentasan stunting berjalan.
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur, angka stunting tercatat 22 persen, dan lebih tinggi dari angka nasional 19 persen.
