Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan mengoptimalkan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Anik Nurul Aini di Samarinda, Kamis, menjelaskan program ini menggunakan pendekatan siklus hidup. Intervensi dimulai sejak fase remaja, persiapan calon pengantin, hingga pendampingan keluarga yang memiliki balita dan lansia.
"Transformasi pembangunan kita tidak hanya terpaku pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada esensi kualitas manusianya. Keluarga adalah fondasi utama. Dari keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera, akan lahir generasi yang kompetitif, adaptif, dan berkarakter," ujarnya dalam Rakorda Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kantor Gubernur Kaltim.
Selain fokus pada perencanaan keluarga melalui kemudahan akses alat dan obat kontrasepsi (Alokon), Pemprov Kaltim juga memasifkan percepatan penurunan stunting.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan intervensi yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga: Lowongan guru Sekolah Garuda dibuka, ada 200 formasi lebih
Dia mengatakan penguatan ini didasari Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kaltim Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.
“Implementasinya nyata melalui berbagai edukasi, pelatihan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Tujuannya jelas: menciptakan keluarga yang tangguh dan mandiri secara finansial maupun sosial,” katanya.
Anik mengungkapkan bahwa upaya sistematis ini membuahkan hasil pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur yang kini mencapai angka 79,39, berada di atas rata-rata nasional.
Beberapa indikator kunci yang mendukung capaian tersebut, antara lain usia harapan hidup mencapai 75,28 tahun, sektor pendidikan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kaltim menjadi yang tertinggi secara nasional (95,59), dengan harapan lama sekolah 14,04 tahun.
Indikator lainnya yakni prevalensi stunting berhasil ditekan hingga angka 15,94 persen, dan kesetaraan gender dengan Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) berada di angka 61,41.
Dengan capaian ini, Kalimantan Timur optimis bahwa pembangunan yang berbasis pada kualitas keluarga akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing global di masa depan.
Baca juga: Kukar wujudkan daya saing pemuda lewat peningkatan SDM
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026