Samarinda (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyatakan bahwa pelaksanaan Kejuaraan Nasional Judo Kapolri Cup 2026 yang digelar di Kota Samarinda menjadi momentum besar bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan bersaing dengan atlet nasional.
Menurutnya, ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi internal anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi juga membuka peluang lebar bagi masyarakat umum serta atlet daerah untuk unjuk gigi dan berkembang.
Dalam keterangannya di Samarinda pada Kamis, Celni menegaskan bahwa kejuaraan nasional berskala besar seperti Judo Kapolri Cup sangat efektif sebagai sarana pembinaan atlet. Event ini sekaligus membuka jalan bagi peningkatan prestasi olahraga di tingkat regional.
"Semoga ini bisa membuka jembatan (peluang). Karena kompetisi ini tidak hanya untuk anggota Polri, tapi juga terbuka untuk umum. Ini saatnya kita mempersiapkan atlet-atlet daerah agar lebih berkembang dan mampu mendulang prestasi ke depannya,” ujar Celni.
Lebih lanjut, legislator Samarinda ini menyoroti tren positif di mana Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) kini semakin sering dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional.
Celni menilai, kedekatan geografis dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak domino yang sangat menguntungkan bagi penyelenggaraan event-event besar di daerah.
"Dengan adanya IKN, posisi kita menjadi jauh lebih diuntungkan. Kegiatan-kegiatan skala nasional yang biasanya terpusat di daerah lain, kini mulai dialihkan ke ibu kota provinsi Kaltim,” tutur Celni menambahkan.
Meskipun perkembangan olahraga judo di Kaltim dinilai sudah cukup baik, Celni memberikan catatan kritis terkait peran pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa dukungan dari Pemkot Samarinda maupun Pemprov Kaltim masih harus ditingkatkan, terutama pada aspek kesejahteraan atlet dan program pembinaan yang berkelanjutan. (Adv)
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026