Berau, Kaltim (ANTARA) - Tingkat kemiskinan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir terus menurun berkat adanya kolaborasi dalam konvergensi lintas sektor mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga lembaga berbasis agama seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
"Tingkat penurunan kemiskinan di Berau menunjukkan progres signifikan selama lima tahun terakhir. Misalnya pada 2021 dengan tingkat kemiskinan sebesar 6,3 persen," ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis di Tanjung Redeb, Kamis.
Gamalis yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Berau ini melanjutkan, penurunan kemiskinan kemudian terjadi pada 2024 yang menjadi 5,08 persen, kemudian pada 2025 kembali turun menjadi 4,44 persen.
Menurut dia, adanya penurunan hingga menjadi 4,44 persen ini berarti target 5 persen yang ditetapkan dalam RPJMD Berau 2025 bukan hanya tercapai, tetapi targetnya terlampaui, sehingga hal ini merupakan kemajuan karena lebih dari 6 ribu jiwa telah berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Sementara itu, kegiatan dari konvergensi lintas sektor tersebut seperti melalui berbagai intervensi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi berbasis kampung, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, dan bantuan modal bagi UMKM.
Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Berau tentang Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Berau 2025 pada Selasa pekan ini, Gamalis juga mengatakan bahwa selain berhasil menurunkan angka kemiskinan, pada 2025 Pemkab Berau juga berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 77,17 menjadi 77,72.
Namun, ia mengakui pertumbuhan ekonomi Berau pada 2025 tercatat mengalami perlambatan menjadi 2,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,28 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh kontraksi sektor pertambangan yang masih mendominasi struktur perekonomian daerah.
"Untuk itu, diperlukan upaya penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, serta optimalisasi belanja pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," ujarnya.
Pada sektor pelayanan dasar, lanjut ia, Pemerintah Kabupaten Berau mencatat peningkatan pada sejumlah indikator pendidikan dan kesehatan, termasuk tingginya angka partisipasi pendidikan dasar serta penurunan signifikan angka kematian ibu dan bayi.
"Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat desa, penguatan UMKM dan koperasi, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor pariwisata hingga pertanian sebagai penopang ekonomi," kata Gamalis.
Pewarta: BagusEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026