Jakarta (ANTARA) -
Perum LKBN ANTARA mengirim tim liputan khusus Bangkit Sumatera ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkuat publikasi langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai fasilitas terdampak bencana oleh pemerintah secara menyeluruh.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan pengiriman tim tersebut untuk menunjukkan pemerintah telah berjuang besar, sekaligus membuktikan kehadiran ANTARA sebagai kantor berita negara yang aktif, hadir dan relevan menyampaikan fakta lapangan kepada publik secara berimbang dan berkelanjutan.
"Selaku kantor berita, kami mengirimkan kembali tim liputan khusus dua kali lipat untuk memperkuat liputan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata Benny saat melepas tim liputan khusus Bangkit Sumatera di Jakarta, Kamis.
Sebanyak 15 wartawan senior, mencakup jurnalis teks, fotografer dan jurnalis video termasuk media sosial dikerahkan untuk berjuang bersama menghadirkan harapan melalui liputan mendalam tentang kerja nyata pemerintah di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Peliputan, lanjutnya, diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan berita yang komprehensif terkait upaya pemerintah melakukan pemulihan fasilitas umum, sosial dan pemerintahan agar layanan dan fasilitas publik pulih.
Ia mengatakan tim liputan ANTARA akan menyampaikan fakta dan peristiwa dari titik-titik upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dilakukan, perjuangan penyintas bencana hingga aparat untuk bangkit, rasa syukur warga, kegembiraan anak-anak, serta mencoba memotret bangkitnya ekonomi agar masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat merayakan Ramadhan dan Lebaran 2026 dengan baik.
"Hari ini kita hidupkan, bahwa ANTARA menjadi pilar negara, tidak hanya lagi menulis tetapi kita membuat pencerahan buat publik," ujar Benny.
Baca juga: LKBN ANTARA sabet penghargaan terkait pencegahan tengkes

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir Balaw yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi ANTARA yang mengirimkan tim pemberitaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, sekaligus menekankan pentingnya informasi berimbang yang akurat kepada publik.
Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya terpadu di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak sehari setelah bencana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian segera hadir ke lokasi bencana, hingga Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung lokasi terdampak bencana.
Beragam tanggapan masyarakat dan pemberitaan negatif kerap memojokkan pemerintah, meski aparat pusat dan daerah bekerja sejak hari pertama setelah bencana terjadi dengan menyediakan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan TNI-Polri secara intensif, ujar dia.
Tomsi mencontohkan, perbaikan jembatan harus dilakukan bertahap dari satu hingga empat titik secara berurutan namun kurang dipahami warga, sehingga muncul persepsi keliru. Padahal pekerjaan infrastruktur harus terus berjalan sesuai tahapan teknis.
Dia juga menilai, sorotan besar media pada bantuan luar negeri yang bernilai tidak terlalu besar kerap mengalahkan fakta triliunan rupiah bantuan yang telah disalurkan pemerintah. Termasuk kerja petugas PT PLN (Persero) yang berjuang memulihkan listrik namun justru minim pemberitaan, meski berdampak luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Wida Nurfaida mengakui pentingnya peran media ANTARA hadir di lokasi bencana untuk memberitakan sejumlah upaya yang telah dilakukan pemerintah.
Wida mengatakan kementerian teknis sangat membutuhkan peran media untuk menyampaikan kehadiran mereka yang menjalankan tugas pokok dan fungsi penanganan bencana di lapangan secara cepat dan terpadu.
Sebanyak 1.337 personel, lanjut Wida, telah diterjunkan bekerja di lokasi, bersamaan dengan penempatan sumber daya lain untuk memastikan respons teknis berjalan optimal mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Menurut dia, banyak pemberitaan juga perlu diluruskan, sementara kementerian teknis kesulitan menyampaikan capaian, meski hingga kini 1.335 alat berat telah dikerahkan mendukung percepatan pemulihan infrastruktur dasar wilayah terdampak bencana secara menyeluruh.
Dia menilai masyarakat awam kerap belum mengetahui pekerjaan tersebut. Karenanya peran ANTARA dibutuhkan untuk menyampaikan informasi faktual mengenai kerja teknis pemerintah di lapangan secara objektif, berimbang dan akurat.
Baca juga: ANTARA salurkan bantuan ke warga Jateng terdampak longsor
