Samarinda (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mempertahankan predikat Platinum dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 sebagai bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan tata kelola keberlanjutan yang transparan dan akuntabel.
"Penghargaan ini menjadi cerminan inisiatif dan langkah strategis Pupuk Kaltim terhadap tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas dalam aktivitas operasional, utamanya mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca menuju target net zero emission pada 2060," kata Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Teguh Ismartono melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA Kaltim di Samarinda, Selasa.
Prestasi membanggakan dari National Center for Corporate Reporting (NCCR) ini merupakan capaian kedelapan kalinya secara berturut-turut yang mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pelopor implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) di kawasan Asia.
Teguh menjelaskan bahwa strategi keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan regulasi semata, melainkan upaya konkret untuk memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang di tengah tuntutan global terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Laporan keberlanjutan yang disusun perusahaan memuat data komprehensif mengenai peningkatan efisiensi energi, penurunan emisi karbon secara signifikan, serta dampak nyata berbagai program sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Salah satu pilar utama yang menjadi fokus perusahaan saat ini adalah melakukan efisiensi energi melalui optimalisasi proses produksi dan pemanfaatan teknologi pabrik yang lebih modern serta andal," kata Teguh.
Perusahaan juga tengah gencar memperluas inisiatif dekarbonisasi sebagai strategi jangka panjang melalui pengembangan clean ammonia atau amonia bersih sebagai sumber energi alternatif rendah karbon.
Langkah strategis pengembangan energi baru tersebut tidak hanya mendukung agenda transisi energi nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi perusahaan untuk masuk dalam rantai pasok energi hijau di tingkat global.
Pada aspek sosial, komitmen perusahaan diwujudkan secara nyata melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang menyasar peningkatan kapasitas petani dan nelayan agar mereka memiliki kemandirian ekonomi.
Seluruh program pemberdayaan masyarakat tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan untuk menciptakan dampak positif jangka panjang yang selaras dengan visi perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan sekitar.
Manajemen risiko berbasis ESG kini menjadi prioritas utama perusahaan karena tantangan industri modern tidak hanya sebatas faktor produksi, melainkan mencakup risiko iklim dan reputasi yang dapat memengaruhi operasional bisnis.
Perusahaan terus melakukan pembaruan kebijakan risiko dan digitalisasi sistem pemantauan untuk memastikan setiap keputusan strategis yang diambil manajemen selalu mempertimbangkan dampak keberlanjutan bagi masa depan.
Transparansi dalam pelaporan menjadi landasan utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja dan integritas perusahaan, sehingga evaluasi indikator keberlanjutan terus dilakukan secara berkala.
Raihan Platinum ASRRAT 2025 ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus mengakselerasi inovasi demi memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika pasar global yang semakin menantang.
"Pupuk Kaltim akan terus menempatkan keberlanjutan sebagai nilai dasar yang menggerakkan seluruh aspek kerja perusahaan demi mewujudkan kontribusi nyata bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau," tegas Teguh.
