Balikpapan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menyiagakan 1.684 personel untuk menghadapi potensi banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem musim hujan.
"Kesiapsiagaan ini penting mengingat ancaman nyata pada periode November hingga Februari. Peristiwa tragis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak bisa ditunda," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro pada acara gelar latihan penanganan tanggap darurat banjir dan longsor di halaman parkir Dome, di Balikpapan, Minggu.
Ia mengatakan, peran Polri dalam penanganan bencana sangat penting dengan banyak peran. Polisi bukan hanya merespon kejadian di lapangan seperti menolong korban, mencari yang hilang, membuat dapur umum dan barak sementara, tapi juga turut membantu pemulihan, pencegahan (mitigasi), dan untuk itu terus berkoordinasi lintas sektor.
Selain personel Polri, juga disiagakan 427 personel TNI dan 1.604 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan instansi terkait lainnya.
Dengan para pihak itu, jelas Endar, diperlukan komunikasi seperti rapat-rapat koordinasi. Kemudian pelatihan peningkatan kompetensi personel, gelaran patroli gabungan untuk antisipasi bencana, pengecekan serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk sosialisasi pencegahan bencana kepada masyarakat.

Lanjutnya, satu bentuk kesiapan itu adalah gelar latihan penanganan tanggap darurat banjir dan longsor di halaman parkir Dome tersebut. Kapolda menegaskan, latihan itu adalah bentuk jaminan kepada masyarakat Kaltim bahwa aparat keamanan dan instansi kebencanaan siap bergerak cepat saat bencana terjadi.
Latihan tersebut juga ajang penting untuk meningkatkan keterampilan personel, memastikan alur komando, serta memperjelas tugas dan tanggung jawab masing-masing institusi.
Endar menekankan pentingnya deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana, penyebaran informasi dan imbauan tentang keamanan dan ketertiban kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kecepatan dan ketepatan respons darurat, pelaksanaan tugas kemanusiaan dengan empati dan profesionalisme, serta partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
Seperti diketahui latihan di Dome juga disaksikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.
