Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025, untuk fokus tingkatkan akurasi laporan dan kepastian usaha.
"Upaya ini untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan menarik bagi investor baru," kata Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi di Balikpapan, Rabu..
Ia mengatakan, Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Adapun para peserta adalah perwakilan perusahaan dari berbagai sektor seperti industri, perdagangan, energi, hingga konstruksi. Para peserta mendapatkan materi intensif terkait regulasi LKPM, konsultasi teknis, hingga praktik pengisian laporan secara langsung.
Helmi, menegaskan bahwa akurasi dan kelengkapan data dalam LKPM merupakan fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan riil dunia usaha.
“LKPM ini bukan sekadar kewajiban administratif. Ini instrumen strategis untuk memperkuat ekosistem investasi. Ketika datanya akurat, pemerintah bisa mengambil keputusan lebih cepat dan memberi kepastian yang diperlukan investor,” papar Helmi.
Dia mengungkapkan bahwa banyak perusahaan, khususnya dari sektor konstruksi, kerap mengalami kesulitan dalam menyusun LKPM. Melalui Bimtek, peserta dapat langsung berkonsultasi dan mempraktikkan pengisian laporan sehingga potensi kesalahan dapat diminimalkan.
“Dengan adanya praktik langsung, mereka dapat memahami hal-hal yang biasanya menjadi sumber kekeliruan,” jelasnya.

Program pendampingan seperti ini, lanjut Helmi, menjadi bagian dari strategi Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan kualitas pelayanan investasi sekaligus menjaga citra kota sebagai wilayah ramah investor. Dengan pelaporan yang tertib dan profesional, pemerintah dapat membangun basis data investasi yang bersih, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua ini butuh komitmen bersama. Balikpapan menargetkan peningkatan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Kami ingin kota ini terus menjadi tempat yang aman dan menjanjikan bagi para penanam modal,” tambahnya.
Helmi menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kota Balikpapan dalam membangun sistem pelaporan investasi yang lebih kuat. Langkah ini diharapkan mendorong tumbuhnya iklim usaha yang semakin tertata, sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota dengan pelayanan investasi yang unggul di kawasan Indonesia Timur.(Adv)
