Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat pola deteksi dini dalam penanganan keluarga miskin dan rentan melalui berbagai cara, salah satunya meningkatkan kapasitas bagi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
"Para PSKS yang ikut pelatihan ini merupakan agen perubahan, navigator sosial, dan mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi, mendampingi, dan memberdayakan keluarga rentan," kata Asisten I Sekda Kukar Akhmad Taufik Hidayat saat membuka peningkatan kapasitas bagi PSKS Kukar di Tenggarong, Kamis.
Pada 2025 ini jumlah penduduk miskin di Kukar sebanyak 54.990 jiwa, menurun ketimbang 2024 sebanyak 59.000 jiwa, sehingga jumlah warga miskin tersebut perlu diturunkan, sekaligus melakukan deteksi kebutuhan per KK, berbagai upaya agar tidak muncul penduduk miskin yang baru.
Peningkatan kapasitas bagi PSKS, lanjutnya, merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Kukar dalam pemberdayaan sumber daya manusia di sektor kesejahteraan sosial, sebagai garda terdepan penanganan kemiskinan, disabilitas, lansia, dan keluarga rentan.
Ia ingin PSKS menjadi relawan sosial profesional yang memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan digital dalam pendataan, pendampingan, dan pelaporan, sehingga intervensi program tepat sasaran, efektif, dan terukur.
Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat membawa dampak positif luas untuk penguatan sistem deteksi dini terhadap keluarga miskin dan rentan, peningkatan efektivitas distribusi bantuan sosial melalui basis data terpadu, dan pembentukan ekosistem kesejahteraan sosial berkelanjutan.
"PSKS bukan hanya tenaga bantu, tetapi mereka juga merupakan mitra strategis pembangunan daerah yang memiliki peran vital dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera," kata Taufik.
Kegiatan ini, lanjutnya, sejalan dengan Misi 1 Pemkab Kukar, yakni terbaik dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Melalui Program Etam Sejahtera dan Program RT-Ku Terbaik, kata dia, PSKS difasilitasi sebagai ujung tombak layanan sosial di tingkat desa/kelurahan, bahkan hingga lingkungan RT.
Ia mengajak PSKS bersinergi dengan Program Kukar Bergizi Terbaik untuk memastikan intervensi gizi bagi balita stunting, kemudian integrasi dengan Program Jaga Kukar Lestari untuk memperkuat posko kesejahteraan sosial berbasis lingkungan.
