Penajam Paser Utara (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Masud menegaskan, Kabupaten Penajam Paser Utara lumbung padi bagi Kaltim dan menjadi satu-satunya wilayah di Kaltim yang bisa mewujudkan swasembada pangan.
"Kami berharap produksi pangan di PPU bisa terus ditingkatkan, dan ke depannya, harus ada optimalisasi lahan untuk pertanian. Saya juga meminta agar lahan pertanian ini tidak dialihfungsikan menjadi areal lainnya, terutama perkebunan kelapa sawit," kata Rudy Mas'ud
saat melakukan panen raya bersama kelompok tani di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, Kamis.
Acara ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur di wilayah selatan PPU, dengan didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kaltim maupun jajaran Pemkab PPU.
Diketahui, Luas lahan sawah di Penajam Paser Utara (PPU) adalah sekitar 7.508 hektare. Dari lahan tersebut pada tahun 2024 bisa menghasilkan produksi beras sebanyak 50.672,30 ton.
Hasil produksi beras tersebut, faktanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat PPU yang berjumlah 203.661 jiwa, bahkan terjadi surplus untuk kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Pemerintah PPU juga menerapkan program serap beras lokal, yakni mewajibkan ASN dan BUMD untuk menyerap beras petani lokal demi mendukung perekonomian petani dan memperkuat ketahanan pangan di PPU.
Dengan keberhasilan di bidang pangan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada para petani di PPU yang tetap berkomitmen melestarikan pertanian padi.
"Kami berikan apresiasi karena masih ada kelompok tani yang melestarikan budidaya padi. Ini membuktikan bahwa negara kita adalah negara agraris, yang artinya memang kita adalah penghasil padi," ujarnya.
Rudy bercerita saat mendampingi Menteri Pertanian di Babulu, kata Rudy, Menteri Pertanian meminta kepada Bupati PPU agar bisa melaksanakan kegiatan swasembada pangan.
Menteri Pertanian sangat berkomitmen untuk meningkatkan hasil panen padi di Kaltim. Padi yang dihasilkan di sini masih sedikit, kira-kira lebih dari 30 persen, bahkan 50 persen kebutuhan beras kita masih didatangkan dari provinsi lain.
"Hari ini kita diminta mewujudkan swasembada. Sepengetahuan saya, PPU adalah lumbungnya padi, satu-satunya kabupaten di seluruh Kaltim yang swasembada beras hanya PPU," tegasnya.
